Tujuh Tentara AS Dilaporkan Tewas dalam Bentrokan di Atas Kapal Induk USS Abraham Lincoln

Redaksi Lombok Post • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:30 WIB
SENJATA MAHAL: Personel Angkatan Laut Amerika Serikat sedang mempersiapkan persenjataan di atas kapal induk USS Abraham Lincoln untuk mendukung operasi melawan Iran, Rabu (4/3).
SENJATA MAHAL: Personel Angkatan Laut Amerika Serikat sedang mempersiapkan persenjataan di atas kapal induk USS Abraham Lincoln untuk mendukung operasi melawan Iran, Rabu (4/3).

LombokPost— Insiden bentrokan fisik terjadi di atas kapal induk Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln, yang tengah beroperasi di Samudra Hindia. Peristiwa tersebut dilaporkan menewaskan tujuh anggota Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) serta menyebabkan sejumlah personel lainnya mengalami luka-luka.

Tujuh anggota tentara Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) dilaporkan tewas dan sejumlah lainnya terluka dalam tawuran di atas kapal induk USS Abraham Lincoln. Insiden tersebut terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran terkait kondisi kerja dan masa penugasan panjang awak kapal.

Berdasarkan pemberitaan Press TV, Selasa (11/8/2026), bentrokan bermula setelah seorang penasihat Kepala Komando Pusat Amerika (CENTCOM) Brad Cooper naik ke kapal untuk merespons keluhan awak terkait masa penugasan yang berkepanjangan. Kedatangan pejabat tersebut mendapat penolakan dari para personel. Mereka dilaporkan meneriakinya dan melemparkan botol air ketika pertemuan berlangsung.

Dipicu Penggunaan Senjata Tajam dan Ketegangan Masa Tugas

Ketegangan verbal yang terjadi di lokasi pertemuan kemudian bereskalasi menjadi perkelahian fisik yang melibatkan senjata tajam antarpersonel.

"Laporan menyebutkan konfrontasi kemudian meningkat menjadi perkelahian antarkru yang melibatkan pisau dan senjata tajam lainnya," demikian laporan yang dikutip Press TV.

Tekanan psikologis dan kelelahan fisik diduga menjadi pemicu utama ketegangan di antara para prajurit. Tekanan terhadap awak kapal disebut meningkat seiring masa penugasan USS Abraham Lincoln yang berlangsung selama berbulan-bulan. Kapal tersebut telah dikerahkan selama 263 hari dan saat ini beroperasi di Samudra Hindia. 

Operasi kapal induk ini mencatatkan rekor penugasan terlama tanpa jeda di era modern. USS Abraham Lincoln juga disebut telah menghabiskan 208 hari berturut-turut di laut. Periode tersebut menjadi masa penugasan terus-menerus terpanjang bagi kapal induk Amerika di era modern. Kapal tercatat hanya melakukan persinggahan singkat di Oman pada Juli lalu.

Selain durasi operasional yang panjang, kondisi penunjang kehidupan harian di atas kapal turut memicu ketidakpuasan prajurit. Sekitar 5.000 pelaut dan Marinir yang berada di atas kapal disebut menghadapi persoalan makanan, fasilitas laundry, hingga kondisi kamar mandi.

 

Editor : Redaksi Lombok Post
USS Abraham Lincoln amerika kapal induk