Langkah Strategis Pemprov NTB Menembus Panggung Kebudayaan Dunia di Australia

Siti Aeny Maryam • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 05:29 WIB
Delegasi NTB menggelar serangkaian kegiatan strategis di Art Gallery of South Australia (AGSA), Adelaide, pada 11–12 September 2026.
Delegasi NTB menggelar serangkaian kegiatan strategis di Art Gallery of South Australia (AGSA), Adelaide, pada 11–12 September 2026.
KUPAS NTB - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) resmi memperluas jangkauan diplomasi kebudayaannya di kancah internasional.

Dipimpin oleh Wakil Gubernur NTB, Hj. Indah Dhamayanti Putri, delegasi NTB menggelar serangkaian kegiatan strategis di Art Gallery of South Australia (AGSA), Adelaide, pada 11–12 September 2026.

Kunjungan ini tak sekadar agenda seremonial, melainkan misi penelusuran warisan budaya, penguatan tata kelola museum, launching literasi kebudayaan, hingga konsolidasi bersama jaringan diaspora.

Baca Juga: Menyingkap Makna Ritual Nyemulak di Desa Wisata Sade Lombok Tengah

Turut mendampingi Wagub dalam delegasi ini antara lain Ketua Dekranasda NTB Sinta Agathia M. Iqbal, Ketua DPRD NTB Hj. Baiq Isvie Rupaeda, Kepala Dinas Kebudayaan NTB, serta Kepala Museum Negeri NTB.

Pada Jumat (11/9/2026), delegasi NTB menelusuri langsung ruang galeri AGSA yang menyimpan berbagai benda bersejarah asal Nusa Tenggara Barat.

Delegasi mengamati dari dekat kain ritual kekombong asal Lombok Utara, kain kampuh atau leang asal Lombok Tengah, hingga beragam tekstil berbahan tenun songket dan supplementary weft. 

Baca Juga: Pemkab Lobar Tetapkan Status Darurat Kekeringan

Koleksi ini menegaskan bahwa tenun Lombok kaya akan nilai sejarah, pengetahuan kapas lokal, teknik pewarnaan alam, struktur sosial, hingga fungsi ritual masyarakat Sasak.

Kejutan terjadi saat delegasi menemukan sebuah pusaka keris kerajaan asal Bima yang diperkirakan berasal dari abad ke-17 hingga awal abad ke-18. Dan juga ditemukan pula artefak literasi berupa naskah Hikayat Nabi Yusuf yang ditulis di atas daun lontar.

Atas temuan ini, Wagub menekankan pentingnya Pemprov NTB memulai pemetaan dan pendataan koleksi budaya asal Lombok dan Sumbawa yang tersebar di berbagai institusi dunia.

Penelusuran ini bertujuan memperluas akses pengetahuan, penelitian provenance (riwayat benda), serta dokumentasi sejarah bagi masyarakat NTB.

Selain itu, tata kelola profesional AGSA dalam merawat dan menarasikan benda budaya menjadi pembanding penting.

Pemprov NTB berkomitmen mendorong Museum Negeri NTB agar bertransformasi dari sekadar tempat penyimpanan barang lama menjadi pusat penelitian, pendidikan, digitalisasi, dan diplomasi kebudayaan.

Puncak rangkaian acara berlangsung pada Sabtu (12/9/2026) melalui forum ilmiah serta peluncuran buku "Two Islands, One Thread: Lombok and Bali Textiles from the Michael Abbott Collections".

Acara ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting, seperti Senator The Hon Don Farrell (Menteri Perdagangan dan Pariwisata Australia), jajaran pimpinan AGSA, Michael Abbott AO KC, serta para kurator dan akademisi internasional.

Ketua Dekranasda NTB, Sinta Agathia, menyampaikan bahwa publikasi buku ini mengangkat narasi hubungan panjang dan pertukaran budaya antara Lombok dan Bali, salah satunya tercermin pada perkembangan motif rangrang.

Dedikasi Michael Abbott yang mendokumentasikan serta mendonasikan koleksi tekstilnya diharapkan mampu menginspirasi generasi muda dan meningkatkan apresiasi terhadap para penenun lokal.

Wagub menegaskan bahwa jika pariwisata (seperti Mandalika, Rinjani, dan Gili) berfungsi menarik wisatawan datang, maka kebudayaan adalah elemen yang membuat dunia memahami identitas mendalam masyarakat Sasak, Samawa, dan Mbojo.

Dipimpin oleh Wakil Gubernur NTB, Hj. Indah Dhamayanti Putri, delegasi NTB menggelar serangkaian kegiatan strategis di Art Gallery of South Australia (AGSA), Adelaide, pada 11–12 September 2026.
Dipimpin oleh Wakil Gubernur NTB, Hj. Indah Dhamayanti Putri, delegasi NTB menggelar serangkaian kegiatan strategis di Art Gallery of South Australia (AGSA), Adelaide, pada 11–12 September 2026.

Dukungan penuh juga disampaikan oleh Ketua DPRD NTB, Hj. Baiq Isvie Rupaeda. Ia menyatakan bahwa diplomasi budaya membutuhkan investasi dan dukungan investasi yang berkelanjutan karena dampaknya sangat besar bagi pembentukan reputasi, kepercayaan internasional, serta kesejahteraan para perajin dan budayawan lokal.

Di sela agenda kebudayaan, delegasi NTB menyempatkan diri bersilaturahmi dengan elemen diaspora, mahasiswa, dan warga NTB di Adelaide.

Wagub berpesan agar para pelajar dan pekerja NTB di Australia menimba ilmu dan memperluas jaringan setinggi-tingginya, namun tetap menjaga ikatan serta berkontribusi bagi daerah asal.

Dalam pertemuan tersebut, komunitas diaspora mengusulkan pembukaan rute penerbangan langsung (direct flight) Lombok–Adelaide.

Pemprov NTB menyambut positif gagasan ini dan siap melakukan kajian mendalam bersama pihak terkait untuk membuka akses pariwisata, perdagangan, pendidikan, dan investasi yang lebih luas.

Sebagai implementasi dari semangat NTB Makmur Mendunia, Pemprov NTB melalui Dinas Kebudayaan dan Museum Negeri NTB siap menindaklanjuti hasil kunjungan ini melalui beberapa agenda konkret.

Diantaranya penelitian bersama dan pemetaan (mapping) inventarisasi koleksi NTB di luar negeri, program digitalisasi serta peningkatan kapasitas kurator dan tenaga teknis museum, dokumentasi pengetahuan maestro tenun, pelestarian bahan pewarna alam, dan riset kapas lokal, serta pertukaran pameran dan publikasi kebudayaan tingkat internasional.

Editor : Siti Aeny Maryam
australia wagub Bima NTB