UBTECH Mulai Produksi Massal 10.000 Robot Humanoid di Tiongkok, Sasar Pasar Asia Tenggara

Redaksi Lombok Post • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 23:23 WIB
Robot AI akan mengambil alih tugas polisi lalu lintas di Marathon China. (scmp.com)
Robot AI akan mengambil alih tugas polisi lalu lintas di Marathon China. (scmp.com)

LombokPost— Industri manufaktur global memasuki babak baru setelah UBTECH Robotics resmi mengoperasikan pabrik produksi berskala industri untuk robot humanoid di Liuzhou, Wilayah Otonom Guangxi, Tiongkok.

Fasilitas baru ini ditargetkan mampu memproduksi lebih dari 10.000 unit robot humanoid per tahun guna memenuhi kebutuhan pasar domestik hingga internasional.

Pabrik seluas 14.000 meter persegi tersebut dirancang khusus untuk memproduksi robot humanoid industri seri Walker S dan Cruzr. Memanfaatkan teknologi manufaktur cerdas, fasilitas ini memiliki efisiensi tinggi dengan waktu siklus produksi (cycle time) sekitar 10 menit untuk setiap satu unit robot yang dirakit.

 

Uniknya, proses manufaktur di fasilitas ini mengusung konsep otomatisasi penuh di mana robot ikut memproduksi robot.

UBTECH memanfaatkan armada robot humanoid, lengan robot kolaboratif, kendaraan berpemandu otomatis (automated guided vehicle/AGV), hingga forklift tanpa awak untuk menangani pembongkaran material, logistik internal, hingga perakitan akhir yang melibatkan lebih dari 2.000 sekrup presisi per unit.

Untuk memastikan presisi dan efisiensi, UBTECH bermitra dengan Siemens Digital Industries Software untuk merancang pabrik berbasis digital twin (model digital 1:1) serta sistem manajemen operasi manufaktur Yanshee MOM.

Sistem digital ini memungkinkan pemantauan rekam jejak produksi secara real-time sekaligus pengujian alur produksi secara virtual sebelum diterapkan di lapangan.

 

Pendiri sekaligus CEO UBTECH, Zhou Jian, menegaskan bahwa operasional fasilitas baru ini bukan sekadar menambah kapasitas, melainkan memperkuat standar pengendalian mutu dan fondasi digital industri secara menyeluruh.

"Robot hasil produksi pabrik Liuzhou akan ditujukan untuk pasar industri dalam negeri, Asia Tenggara, hingga global," kata Zhou.

Langkah UBTECH ini mempertegas pergeseran persaingan industri robotik global dari tahap pengembangan kemampuan menjadi skala produksi massal yang konsisten dan ekonomis. Langkah strategis tersebut sekaligus memperketat persaingan dengan pemain utama asal Amerika Serikat seperti Tesla dan Figure AI.

 

Editor : Redaksi Lombok Post
Sumber : Jawa Pos
robot humanoid tiongkok kecerdasan buatan ai