LombokPost--Korea Selatan menyelidiki dugaan pengiriman lebih dari 176 ribu ton bahan bakar dari pelabuhannya ke Rusia.
Pengiriman tersebut disorot karena sebagian kapal yang mengangkut BBM berada di bawah sanksi Inggris dan Uni Eropa.
Penyelidikan dilakukan setelah laporan The Guardian mengungkap pengiriman bahan bakar, sebagian besar solar, dari sejumlah pelabuhan Korea Selatan menuju wilayah Timur Jauh Rusia pada Juli dan Agustus.
The Guardian menemukan lebih dari 176 ribu ton BBM dimuat ke tujuh kapal tanker dalam 14 pelayaran.
Tiga kapal di antaranya tercatat berada di bawah sanksi Inggris dan Uni Eropa.
Salah satu kapal bahkan membawa sekitar 26 ribu ton bahan bakar melalui mekanisme transfer antarkapal di dekat Yeosu.
Baca Juga: Izan Guevara Tercepat di FP Moto2 Mandalika 2026, Mario Aji Amankan Posisi 16
Pola tersebut kini menjadi perhatian karena tujuan akhir pengiriman diduga tidak selalu dicantumkan sebagai Rusia.
Periksa Tujuan
Pemerintah Korea Selatan mengatakan, tengah memeriksa rute kapal dan tujuan sebenarnya dari pengiriman tersebut. Seoul juga membuka kemungkinan mengambil tindakan jika ditemukan pelanggaran aturan domestik.
”Jika verifikasi menetapkan bahwa hukum dan peraturan kita telah dilanggar, pemerintah berencana untuk bertindak sesuai dengan hukum,” kata pemerintah Korea Selatan dalam keterangan resmi seperti dilansir Korea JoongAng Daily Kamis (8/10).
Seoul menegaskan, belum ada ekspor solar, bahan bakar penerbangan, maupun bensin ke Rusia yang tercatat melalui prosedur bea cukai sejak 2025 hingga Agustus 2026.
Produk minyak bumi olahan tersebut juga tidak termasuk barang yang dikenai kontrol ekspor khusus Korea Selatan terhadap Rusia.
Namun, sejumlah kapal diketahui mencantumkan Jepang atau Singapura sebagai tujuan awal sebelum kemudian berlayar menuju Vladivostok, Rusia.
Kapal tanker Aram Khachaturian, misalnya, tercatat tiga kali memuat bahan bakar di Ulsan.
Dalam setiap pelayaran, kapal tersebut mencantumkan tujuan selain Rusia.
Baca Juga: Kapolda NTB Cek Simulasi Arus Keluar-Masuk Penonton MotoGP
Lemahkan Sanksi
Pola pengiriman tersebut memicu kekhawatiran bahwa perdagangan BBM dapat melemahkan efektivitas sanksi terhadap Rusia. menilai aktivitas tersebut berpotensi mengurangi tekanan ekonomi yang selama ini diberikan kepada Moskow.
”Perdagangan ini melemahkan rezim sanksi dan dukungan Korea Selatan untuk Ukraina,” kata analis Centre for Research on Energy and Clean Air Isaac Levi seperti dilansir The Guardian.
Ukraina juga meminta penjelasan Seoul melalui jalur diplomatik. Penasihat Presiden Volodymyr Zelenskyy, Vladyslav Vlasiuk, menilai pengiriman tersebut bertentangan dengan kebijakan sanksi Korea Selatan terhadap Rusia.
Editor : Kimda FaridaSumber : Jawa Pos