MATARAM-Pasca pencanangan penggunaan kain tenun akhir 2018 lalu, tingkat pembelian meningkat drastis. Dinas Perdagangan NTB mencatat, peningkatan mencapai 60 persen.
Meski demikian, kehadiran tenun pabrikan cukup mengganggu proses jual beli. Sebab, harga yang ditawarkan untuk tenun print terbilang lebih murah. ”Masuknya kain tenun pabrikan di NTB ini terjadi karena minat. Serta stok kain yang tidak mencukupi, saat wisatawan ingin membeli,” kata dia.
Gubernur NTB H Zulkieflimansyah sejatinya telah melakukan antisipasi. Salah satunya, dengan memaksimalkan para perajin industri mesin yang ada di science technologi industrial park (STIP) Banyumulek. ”Kita tidak bisa melarang kehadiran pabrikan itu, karena semua kembali lagi dengan selera konsumen. Maka dari itu, konsumen harus cerdas,” tuturnya.
Disisi lain, dia optimis jika pembelian kain tenun buatan perajin NTB akan terus meningkat. ”Seiring dengan berjalannya waktu dan sosialisasi, kami optimis jika tahap awal ini bisa sukses,” tutupnya. (tea/r4)
Editor : Administrator