Meskipun kini tengah booming perumahan bersubsidi, rumah komersil tak kehilangan pamor sama sekali. Itu lantaran pangsa pasarnya memang berbeda. ”Tingkat pembeliaan rumah komersil masih tetap, bahkan tidak ada penurunan sama sekali. Intinya minatnya masih tinggi,” jelas dia.
Dijelaskannya, rumah komersil dengan harga pasaran Rp 400 juta/unit ini jadi yang paling diminati. Ukuran lahan, bentuk rumah, lokasi, dan pola pembiayaan jadi hal yang dipertimbangkan konsumen tersebut. ”Tahun ini pembangunan rumah komersil sudah berjalan sekitar 10 persen,” ujar dia.
Meski terus tumbuh, rumah komersil sempat mendapat pukulan telak usai gempa tengah tahun lalu. Isu tsunami yang sempat ditakutkan membuat rumah komersil yang dekat dengan pantai Lombok terdampak. ”Jelas kami terpuruk, itu terasa sekali. Terpuruknya juga karena kondisi konsumen yang awalnya layak menjadi tidak layak,” jawabnya terkait ekonomi yang sempat terguncang. (tea/r4) Editor : Administrator