Kemarin, dalam kunjungannya, Menko Luhut juga menggelar pertemuan dengan manajemen PT Angkasa Pura I. Sebab, posisi LIA memegang pernanan penting dalam kesiapan Lombok sebagai tuan rumah MotoGP tahun depan.
“Untuk bandara tidak ada masalah,” kata Menko Luhut Binsar Pandjaitan setelah mendengarkan penjelasan dari jajaran PT Angkasa Pura I (AP) LIA.
Communication and Legal Manager PT AP I LIA Arif Haryanto secara terpisah menjelaskan, ada empat proyek yang akan dilaksanakan LIA tahun ini. “Total investasinya mencapai Rp 1,5 triliun,” katanya.
Proyek pertama adalah perpanjangan landasan pacu sekaligus pembangunan fasilitas penunjang dan peningkatan daya dukung runway. Saat ini, landasan pacu LIA memiliki panjang 2.750 meter. Akan ditambah sepanjang 550 meter. Sehingga menjadi 3.300 meter.
Dengan panjang tersebut, pesawat berbadan lebar sekelas Boeing777 sudah bisa mendarat. Pun pesawat yang sama jika dalam wujud pesawat kargo dengan kapasitas muatan maksimal, juga bisa mendarat.
Sebelum dan sesaat setelah event MotoGP Lombok, pesawat berbadan lebar memang akan wara-wiri ke Lombok untuk mengangkut puluhan ribu ton kargo yang merupakan peralatan-peralatan MotoGP. Termasuk motor yang akan dipakai para pembalap juga akan diangkut dengan pesawat kargo dengan truk khusus pula di dalamnya.
Arif Haryanto menjelaskan, pembangunan runway saat ini masih dalam proses lelang. Peserta lelang pun sudah meninjau lokasi.
Sementara proyek kedua adalah perluasan terminal. Saat ini, luas terminal penumpang baru mencapai 20 ribu meter persegi dengan kapasitas 3,5 juta penumpang setahun. Rencananya, terminal penumpang akan diperlebar menjadi 40 ribu meter, sehingga tahun depan, LIA sudah memiliki kapasitas tujuh juta penumpang setahun.
“Kalau terminal penumpang sudah ada pemenang tender. Rundway dan terminal ditarget rampung awal Januari 2021,” kata Arif.
Proyek ketiga adalah pengembangan fasilitas kargo meliputi, perluasan terminal kargo, parkir truk dan jalan akses khusus kargo. Sedangkan, proyek keempat terkait dengan rapid exit taxiway, yaitu jalan yang menghubungkan apron, tempat parkir pesawat dengan landasan pacu. Dengan fasiltias ini, pesawat yang baru mendarat akan bisa lebih cepat meninggalkan landasan pacu, sehingga memungkinkan peningkatan jumlah penerbangan.
Juga akan ada pembangunan paralel taxiway di sisi timur dan barat landasan pacu, perluasan parkir pesawat sisi berat dan perbaikan access road airside dan fasilitas penunjang. “Ini semua memang demi MotoGP,” kata Arif.
Rumah Sakit
Sementara itu, untuk fasilitas rumah sakit internasional MotoGP, Kepala Dinas Kesehatan NTB Hj Nurhandini Eka Dewi mengatakan, RSI tersebut akan dibangun di Lapangan Desa Sengkol. Persis sebelah selatan Pasar Sengkol. Luasnya mencapai 1,5 hektare.
Saat ini sedang dalam proses detail engineering design. Pengerjaan fisik direncanakan Juni mendatang. “Pak Menteri (Luhut Binsar Pandjaitan) berharap tahun ini juga rampung,” kata dia.
Tahap pertama, anggaran yang disiapkan mencapai Rp 45 miliar, dari total yang direncanakan sebesar Rp 112 miliar.
Menko Luhut sendiri menilai, peletakan batu pertama rumah sakit ini tidak sesuai jadwal. “Agak terlambat,” katanya. Untuk itulah, pihaknya akan berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan guna menggunakan pola pembangunan tahun jamak. Sehingga fasiltias ini rampung. (dss/r6)
Editor : Administrator