”TPK April hanya 6,23 persen. Turun 12,84 persen dibandingkan Maret dengan TPK sebesar 19,07 persen,” kata Kepala BPS NTB Suntono.
Hotel bintang tiga yang paling terdampak. Angkanya mencapai 13,13 persen. Kemudian hotel bintang dua dengan 3,76 persen. Sementara di hotel bintang empat dan lima masing-masing 1,06 persen dan 0,91 persen.
Selama pandemi, praktis kegiatan pariwisata di NTB mati suri. Wisatawan lokal dan mancanegara enggan untuk datang.
Suntono mengatakan, jumlah tamu hotel bintang pada April 2020 hanya 2.790 orang. Rinciannya, 2.720 orang merupakan tamu dari dalam negeri. Sisanya, 70 orang dari luar negeri.
”Hotel bintang empat dipilih sebagian tamu, dari dalam maupun luar negeri,” ujarnya.
Dijelaskan, Maret jumlah tamu yang menginap masih cukup tinggi, 41.966 orang. Artinya terjadi penurunan 39.176 tamu atau 99,26 persen.
Rinciannya, tamu luar negeri berkurang 9.833 orang. Tamu dalam negeri 29.833 orang.
Untuk hotel non-bintang, Suntono mengatakan, TPK pada April hanya 4,49 persen. Mengalami penurunan 7,72 persen dibandingkan Maret. ”TPK di Maret itu 12,21 persen,” katanya. (dit/r9)
Editor : Baiq Farida