Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Haramain Bakery, Usaha Ponpes yang Raup Omzet Ratusan Juta Rupiah

Baiq Farida • Senin, 6 Juli 2020 | 13:14 WIB
BUAT BANGGA : Inilah contoh usaha yang dijalankan para santri dan alumni Pondok Haramain, beberapa waktu lalu.
BUAT BANGGA : Inilah contoh usaha yang dijalankan para santri dan alumni Pondok Haramain, beberapa waktu lalu.
MATARAM–Mendengar kata santri sangat identik dengan hal-hal yang berbau keagamaan. Namun selain hal tersebut, santri juga perlu dibekali pendidikan untuk bisa menjalankan bisnis kelak.

 

Hal itu coba dilakukan Pondok Pesantren Nurul Haramain NW Narmada, Lombok Barat yang menerapkan pendidikan berbasis kewirausahaan.

 

”Selain sebagai usaha pencarian dana inkonvensional, Haramain Bakery juga diadakan sebagai bentuk dari kemandirian pondok sekaligus lahan edukasi entrepreneur bagi santri,” kata Ahmad Dahlan, pengajar sekaligus penanggung jawab bagian entrepreneur Nurul Haramain.

 

 

Ada juga bisnis lainnya seperti Haramain Transport, mart, air, laundy, wartel, grosir, printing, konveksi, penyewaan alat-alat berat, serta mini bank. Dijelaskan, pesantren ini bernaung pada dua jenis usaha dagang (UD). UD NH menjadi usaha yang berbasis koperasi, sedangkan UD Haramain adalah usaha yang berkespansi ke luar atau dapat diakses masyarakat luas.

 

”Semua yang ada di pondok ini belum ada donaturnya. Sehingga semua keuntungan usaha ini murni untuk pondok. Sesuai headline, Anda Belanja Anda Beramal yang kami tonjolkan,” jelasnya.

 

Salah satu UD Haramain yang sedang dikembangkan adalah Haramain Bakery. Seluruh proses produksinya melibatkan santri, pengajar, alumni, hingga masyarakat sekitar. Juga bekerja sama dengan Balai Latihan Kerja (BLK) NTB selama tiga periode. ”Ada juga beberapa siswa dari beberapa SMK berbagai kabupaten yang belajar praktik di sini. Kami juga tidak ragu mempekerjakan orang jalanan agar mereka belajar produktif,” ujar Sunarto, penanggung jawab Haramain Bakery.

 

Hingga kini, Haramain Bakery sudah memproduksi 38 item roti dengan beragam rasa dan rupa. Roti abon, menjadi item paling diminati di berbagai instansi. Harganya Rp 2.500 hingga Rp 5000. ”Produk Haramain Bakery sudah masuk ke berbagai instansi. Salah satunya BI dan Bank NTB. Keduanya tidak pernah lupa memesan varian roti abon tiap adakan rapat besar dengan para pejabat,” katanya bangga.

 

Korona nyaris tidak memberi dampak pada usaha ini. Bahkan sepanjang Ramadan, Haramain Bakery bisa meraup untung hingga Rp 107 juta. Outletnya terlihat tidak pernah sepi pembeli, baik yang berlokasi di Narmada maupun Dasan Agung. Reseller pun terus bertambah. ”Sejak dibuka 2019 lalu, sudah ada sekitar tujuh reseller dan dua lokasi toko. Saat ini kami berencana membuka tiga cabang Haramain Bakery sekaligus. Yakni di Gunung Sari, Montong, dan Pagutan,” kata pria yang juga menjadi salah satu tenaga pengajar di sana.

 

Dijelaskan juga, Haramain melalui Haramain Mart turut menyediakan lorong rak untuk UMKM sekitar. ”Karena barang UMKM susah masuk ke toko-toko besar. jadi kami wadahi di sini. Sekaligus sebagai bentuk syiar kami kepada mereka,” jelasnya.

 

Dikatakan, dalam waktu dekat pihaknya juga akan mendirikan Haramain Jaya Bangunan. Menjual khusus bahan-bahan batako ringan. ”Saat ini sedang proses pembuatan. Kita perlu tes dulu daya kuatnya seperti apa. Kalau sudah jadi, baru akan kita jual ke masyarakat,” imbuhnya.

 

Santri yang terlibat mendapat tambahan ilmu cara berbisnis. Itu kelak bisa menjadi bekal mereka memulai usaha. (eka/r9)

 

  Editor : Baiq Farida
#Enterpreneur #Haramain Bakery #Ponpes