”Cukup tergerus, tapi setiap hari selalu ada saja yang mencarinya,” kata Susi Sulawati, salah satu pemilik tenant penjual PS di Mataram Mall, Rabu (15/7/2020).
Ia menjual aneka ragam perlengkapan PS. Mulai dari stik, spare part, mesin, memory, charger, hardisk hingga kaset game untuk PS2. Satu unit lengkap PS2 diberandol harga Rp 1 juta. Sedangkan PS3 Rp 2,3 juta. Meski cukup mahal, PS 3 tetap menjadi primadona karena kemudahan yang ditawarkan melalui hard disk. Sehingga aktifitas meng-install game lebih mudah dan sudah tersedia aneka ragam game di dalamnya.
”Saat ramai, dalam sehari bisa menjual 2-3 unit fullset PS3. Begitu pun dengan PS2,” jelas wanita asal Terong Tawah, Labuapi tersebut.
”Kalau harian, suku cadangnya saja yang lebih banyak dicari. Seperti stick, kaset, memory dan sejenisnya. Harganya juga lebih terjangkau. Sekitar Rp 50.000 hingga Rp 150.000,” tambahnya.
Dia membenarkan, omzet yang didapatkan beberapa tahun belakangan sudah tak lagi sebanyak dulu. Meski begitu, tenant yang sudah beroperasi sejak tahun 2002 ini tidak pernah takut kehilangan pasar. Sasarannya, para remaja dan mahasiswa. ”Dulu penghasilan bisa mencapai ratusan juta dalam sebulan. Saat ini hanya puluhan juta saja. Artinya, tetap ada pemasukan yang diperoleh dan playstation masih banyak penggemarnya,” jelasnya.
Aktivitas di Mataram Mall yang sepi tidak mempengaruhi usahanya. ”Tidak terasa bedanya. Mungkin karena sudah ada pasarnya tersendiri jadi tak terlalu berpengaruh,” katanya.
Tak hanya penjual, penyedia jasa rental PS juga ternyata masih menggiurkan. ”Setiap malam Minggu, di sini selalu ramai,” ujar Mahendra, pemilik rental PS di kawasan Ampenan.
Ia mematok harga Rp 50.000- Rp 75.000 untuk penyewaan harian dan Rp 5.000- Rp 10.000 per jam. Penyewaan khusus untuk PS3 dan PS4. Syaratnya, cukup dengan jaminan kartu tanda pengenal atau kartu BPJS.
”Persyaratan itu sebagai jaminan saja, khusus bagi penyewa harian,” imbuhnya.
Minimnya kehadiran jasa serupa di kawasan sekitar justru menjadi keuntungan tersendiri. Ia bisa meraup Rp 1.000.000 hingga Rp 1.500.000 dalam sebulan. ”Kunci bisnis ini ada di letak lokasinya, ditambah minimnya persaingan. Kalau banyak anak kecil atau remaja, tentu jasa rental tak pernah sepi,” ujarnya. (eka/r9)
Editor : Baiq Farida