”Kita ingin memfasilitasi pelaku UMKM NTB untuk bisa mengenalkan inovasinya. Dengan membangun, melatih, dan melakukan pemberdayaan. Proses ini nantinya akan diduplikasi dan dikenalkan ke daerah selanjutnya,” kata Wakil Ketua Pusat Kajian SDGs ITS Janti Gunawan, kepada Lombok Post, Rabu (22/7/2020).
Kegiatan ini sekaligus sebagai implementasi dari webinar yang dilaksanakan 17 Juli lalu. Tentang peran, peluang, dan tantangan investasi NTB serta mendukung pembangunan berkelanjutan. Hadir dalam webinar tersebut Kadis PMPTSP NTB H Mohammad Rum, juga Wakil Gubernur NTB Hj Siti Rohmi Djalilah.
Dalam kesempatan itu, Wagub mengajak ITS ikut mengakselerasikan lima program pembangunan di NTB. Mulai dari pengelolaan sampah, literasi finansial, pengembangan produk, pemetaan pariwisata, hingga desain produk.
Termasuk salah satu program unggulan yang sedang diperkuat oleh Pemerintah NTB, yaitu program industrialisasi. ”ITS memproduksi mesin pengolahan untuk PT ISM Tbk Bogasari. Kami ingin hal serupa bisa dilakukan di sini. Berupa poduk mesin pemecah kemiri,” katanya.
Pelatihan ini tambah dia, juga untuk membantu pemulihan perekonomian NTB. Nantinya 25 peserta diharapkan mampu memproduksi dan memasarkan produknya tak hanya secara offline. Lebih dari itu, pasar online juga harus dirambah. Keseluruhaan kegiatan dilakukan maksimal hingga November mendatang.
”Kita infokan bagaimana memahami data tren pasarnya secara digital. Branding hingga desain produknya harus seperti apa. Jadi kami ajarkan dari hal yang paling dasar sekalipun,” ujar wanita yang juga menjabat dosen Manajemen Bisnis ITS ini.
Agus Salim, peserta sekaligus salah satu pemilik UMKM konveksi Berkah Khas Lombok asal Kediri Selatan mengatakan cukup terbantu dengan kegiatan ini. Selama ini ia selalu memasarkan aneka produknya asal-asalan. Juga, tidak memiliki nama usaha yang paten. Padahal produknya sudah terjual di banyak toko souvenir dan oleh-oleh sekitar Mataram.
”Ilmunya bermanfaat. Sehingga bagaimana usaha kecil seperti saya mulai tau cara pengemasan maupun pemasaran produk yang benar dan tepat itu seperti apa,” katanya. (eka/r9)
Editor : Baiq Farida