”Ruang untuk melakukan ekspansi belanja pemerintah daerah dari APBD masih cukup besar untuk dilakukan hingga akhir tahun mendatang,” katanya.
Terpisah, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda NTB H Ridwan Syah mengatakan, dana APBD yang tersisa kini fokus melanjutkan stimulus ekonomi yang telah dilakukan. Yakni terkait pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal. Salah satunya, memperkuat 4.673 UMKM yang telah dibina melalui program JPS Gemilang. Termasuk membantu kelembagaannya dengan memfasilitasi segala jenis perizinan.
Ada pula bantuan permodalan, dan terakhir bantuan peralatan produksi. Dengannya diharapkan produksi UMKM lokal bisa lebih masif, menekan biaya produksi, dan terjangkau. Sehingga mampu bersaing dengan produk luar.
”Karena persoalan selama ini, UMKM kita susah bersaing karena terkendala izin kelembagaan, juga kesulitan pemasaran karena peralatan yang tidak memadai sehingga berpengaruh pada kapasitas produksi,” katanya.
Upaya ini diimbangi regulasi yang mengatur keberpihakan terhadap UMKM. Kini tengah digencarkan bela-beli produk lokal. Contohnya bantuan mesin sederhana buatan UMKM yang dibeli pemerintah untuk dibagikan kepada masyarakat. Tak lupa sertifikasi alat dengan dipasarkan mellaui katalog lokal.
”Jika dibeli pemda, UMKM produsen alat bisa hidup dan dananya pun jelas diterima siapa,” imbuh Ridwan.
Ia menyebut, dana yang akan digelontorkan pun mencapai Rp 50 miliar lebih untuk puluhan ribu mesin yang akan dibagikan. Dari sini UMKM bisa kerja dengan peningkatan produksi dengan pasar yang sudah pasti.
”Ada evaluasi juga nantinya. Jika hasilnya positif, maka akan berlanjut sebagai alokasi anggaran tahun 2021,” katanya.
Selain mengadalkan UMKM, pemprov juga gencar menarik investasi. Dampak positif semakin banyaknya investasi yang masuk, industrialisasi pun semakin gencar. Ia meyakini, pemanfaatan APBD yang terbatas dengan kebijakan ini mampu menggerakkan ekonomi untuk hasil positif di kuartal IV mendatang.
”Kombinasi pemberdayaan UMKM, gencarkan investasi, ditambah kegiatan ekonomi membaik disertai industrialisasi, kami yakin ekonomi NTB bisa makin positif,” tutupnya. (eka/r9)
Editor : Baiq Farida