”Ini dari jumlah total pembiayaan kedua program kami, yakni gadai dan non gadai,” ujar M Arif Fanany, kepala Departemen Mikro PT Pegadaian Persero Area Ampenan, Selasa (1/12/2020).
Kendati demikian, porsi pemasukan didominasi dari program-program pegadaian. Bahkan mencapai target sejak Maret dan terus tumbuh hingga saat ini. Sedangkan untuk program non gadai, hanya mampu mencatatkan kinerja positif sejak Januari hingga Maret saja.
”Program non gadai paling terasa dampaknya pada kredit mikro, sama seperti yang terjadi pada perbankan,” katanya.
Pihaknya juga terus mengejar penambahan nasabah. Salah satu pendekatannya melalui program tabungan emas. Dikatakan, sosialisasi program ini selalu berhasil mendapatkan 50-75 persen dari total audiens yang bergabung sebagai nasabah baru. Hingga kini jumlah nasabah tercatat 159 ribu orang.
”Tapi kini kegiatan sosialisasi harus terhambat karena Korona. Sedangkan pengadaan secara virtual tak berpengaruh banyak,” imbuhnya.
Selain tabungan emas, tabungan haji pegadaian juga menjadi program andalan. Dulu, nasabah perlu perlu memberikan agunan berupa emas sekitar lima gram untuk mendapatkan bantuan dana demi mendapatkan nomor porsi haji. Kini, skema tersebut berganti dengan hanya perlu menyerahkan 3,5 gram emas saja. ”Karena diperlonggar inilah yang membuat peminatnya makin bertambah,” tutupnya. (eka/r9)
Editor : Baiq Farida