Secara pendapatan, penurunan paling tajam terjadi Maret. Angkanya kurang sembilan persen dari target yang ditetapkan Rp 7,8 miliar, atau hanya mendapat Rp7,1 miliar. Juni saat dimulai penerapan adaptasi kebiasaan baru, kondisi tak banyak berubah.
”Dari target Rp 8,6 miliar, realisasi pendapatan Rp 5 miliar atau sekitar 58 persennya,” papar General Manager ASDP Lembar Yulianto.
Sepanjang Natal dan tahun baru Desember pun belum memberikan pergerakan yang positif. Pihaknya sendiri belum mencatat realisasi angka pendapatannya sepanjang bulan tersebut. Yang jelas, diproyeksikan juga menurun 50 persen dibanding tahun sebelumnya. ”Secara keseluruhan target kami tahun ini sebanyak Rp 79 miliar. Namun untuk Bulan Desember sendiri belum ada rekapitulasi datanya,” imbuhnya.
Untuk jumlah aktivitas logistik masih lebih baik meski tetap alami penurunan dibanding tahun lalu. Penurunan diproyeksi mencapai 30 persen. ”Selama PSBB nanti dan pembatasan lainnya, kita berharap banyak pada pergerakan logistik,” ujarnya.
Pihaknya berharap, efektivitas vaksinasi bisa mengembalikan kepercayaan penumpang untuk kembali beraktivitas. Target kunjungan wisatawan pun bisa kembali normal. Didukung dengan sejumlah kemudahan yang ditawarkan dengan beroperasinya lintas Ketapang Lembar. ”Jalur ini kan menguntungkan mereka. Tarif lebih hemat, waktu pun lebih efisien. Kendaraan logistik pun lebih leluasa,” ujarnya. (eka/r9)
Editor : Wahyu Prihadi