Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pengusaha Nantikan Rampungnya Vaksinasi

Wahyu Prihadi • Jumat, 25 Juni 2021 | 11:24 WIB
KEJAR KEKEBALAN IMUN: Satgas Percepatan Vaksinasi bakal fokus ke kabupaten/kota di NTB yang masih rendah capaian vaksinasi untuk dosis keduanya. (Dok Lombok Post)
KEJAR KEKEBALAN IMUN: Satgas Percepatan Vaksinasi bakal fokus ke kabupaten/kota di NTB yang masih rendah capaian vaksinasi untuk dosis keduanya. (Dok Lombok Post)
MATARAM-Program vaksinasi di kalangan pelaku usaha pariwisata terus dipercepat. Kepala Dinas Pariwisata NTB Yusron optimis, target vaksinasi 2021 mampu tercapai. Apalagi saat ini sejumlah titik lokasi wisata masih ditutup, dan karyawan punya cukup waktu luang selama dirumahkan. Dengannya zona wisata hijau dapat segera tercipta guna membangkitkan minat kunjungan wisatawan.

”Kami imbau semua pihak terkait tingkat kabupaten/kota mengebut vaksinasi demi menciptakan zona wisata hijau ini,” serunya, (24/6).

Untuk kawasan Mandalika memiliki target vaksinasi sebanyak 3.000 orang pelaku wisata. Dengan realisasi saat ini sudah 2.619 atau 87,3 persen. Sembalun ditarget 500 orang dengan vaksinasi sudah diberikan pada 391 orang atau mencapai 79 persen. Selanjutnya kawasan tiga gili sudah mencapai vaksinasi pada 2.450 orang dari target 2.500 orang. Ketiganya merupakan lokasi yang dibidik sebagai prioritas wisata zona hijau. ”Nanti menyusul untuk Moyo, Tambora, dan kawasan Lakey,” ujarnya.

Dikatakan, jumlah jatah vaksin di masing-masing kabupaten/kota berbeda-beda. Hal ini mengikuti jumlah pelaku masing-masing tempat wisata yang juga bervariasi. ”Kalau usulan data pelaku dihimpun dari data asosiasi dan kabupaten terkait,” katanya.

Bagi kalangan pelaku usaha pariwisata, upaya mempercepat skema vaksinasi untuk menciptakan zona-zona wisata hijau menjadi angin segar. Apresiasi disampaikan Ketua Mandalika Hotel Association (MHA) Samsul Bahri. Menurutnya, CHSE dan vaksinasi merupakan salah satu sarana promosi pengusaha untuk meyakinkan tamu.

”Dari awal itu yang kita harapkan. Apalagi sebentar lagi kita akan menyambut tamu dari sederet event-event Internasional,” ujarnya.

Dengan catatan, rampungnya vaksinasi 100 persen juga harus dibarengi penyederhanaan regulasi dan kelonggaran kunjungan. Bukan berarti protokol kesehatan harus diabaikan. Karena hal ini menjadi image dan kepercayaan yang harus ditumbuhkan demi menggaet wisatawan.

Selain itu, kontrol dan pengawasan di lokasi juga perlu digarisbawahi. Jangan sampai zona hijau kembali menjadi merah sehingga vaksinasi menjadi percuma. ”Sekarang kita penuhi target, kalau sudah ya tinggal kontrol supaya seluruh usaha maksimal ini tak menjadi sia-sia,” imbuhnya.

Terlebih, Bali sebagai pintu masuk kunjungan wisatawan mancanegara terus berbenah. Artinya, NTB sebagai daerah terdekat dari Bali harus ambil ancang-ancang. Pihak pengusaha sekitar juga diakuinya tengah mempersiapkan diri menyambut kedatangan wisatawan jelang rampungnya target vaksinasi. ”Jangan sampai nanti Bali buka, kita malah belum siap. Kan rugi kita pengusaha kalau menyia-nyiakan kesempatan itu,” katanya. (eka/r9)

  Editor : Wahyu Prihadi
#Vaksinasi #Pengusaha #Pariwisata