Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Dampak PPKM, Produksi Tahu Tempe Menurun

Galih Mps • Kamis, 26 Agustus 2021 | 16:30 WIB
POTONG TAHU: Salah satu karyawan perajin tahu tempe di Kekalik, melakukan proses pembuatan tahu tempe
POTONG TAHU: Salah satu karyawan perajin tahu tempe di Kekalik, melakukan proses pembuatan tahu tempe

MATARAM-dampak pp


Yusron, salah satu pemilik usaha tahu tempe di Kekalik mengatakan, pihaknya terpaksa harus menuurnkan produktivitas tahu dan tempe hariannya sejak PPKM awal Juli lalu. ”Produksi biasanya 70-80 kilo per hari. Sekarang mentok 60 kilo saja sudah sangat banyak,” katanya saat ditemui di rumah produksi, Rabu (25/8).


Lesunya produktivitas karena permintaan borongan oleh rumah makan dan warung berkurang sejak PPKM. Belum lagi daya beli masyarakat umum yang juga semakin menurun. Meski terhimpit, ia tetap mempekerjakan dua orang karyawannya. ”Serba sama-sama susah sekarang, kalau diberhentikan ya kasihan,” imbuhnya.


Harga jual yang tak sebanding dengan produksi, otomatis membuat pendapatannya turun 30-40 persen. Itu pun seluruh hasil produksi terkadang tak langsung habis terjual. ”Kalau gak laku terpaksa dijual murah atau dimakan sendiri,” katanya.


Perajin tahu tempe lainnya, Yusniatun mengatakan penurunan produksi memang terjadi selama PPKM. Biasanya pihaknya memproduksi sekitar 40 cetak papan tahu perhari dari 70-80 kilogram kedelai. Saat ini berkurang menjadi hanya setengahnya.


Modal produksi tahu tempe sendiri tak murah. Baik dari segi bahan, waktu pembuatan serta peralatan. Harga bahan baku kedelai terus merangkak naik meski tak signifikan. Kini harganya Rp 1,3 juta per kwintal. Namun tak sebanding dengan harga jual di pasaran. Pihaknya biasa menjual Rp 35 ribu per papan. ”Sedangkan harga eceran di pasaran berbeda-beda tergantung pedagang,” imbuhnya. (eka/r9)

Editor : Galih Mps
#prduksi tahu #dampak ppkm