Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

294 Pekerja Tak Lolos Verifikasi BSU

Galih Mps • Selasa, 31 Agustus 2021 | 13:43 WIB
TETAP FOKUS: Seorang pegawai di salah satu toko aksesori di Mataram
TETAP FOKUS: Seorang pegawai di salah satu toko aksesori di Mataram

MATARAM-Kepala Cabang BPJamsostek NTB Adventus Edison Souhuwat mengungkapkan 294 pekerja terdampak PPKM di Kota Mataram tak lolos verifikasi Kemenaker. Hal ini boleh jadi karena merupakan pekerja yang sebelumnya pernah menerima jenis bantuan sosial pemerintahan lainnya.


Mengingat bansos tunai yang diberikan pemerintah juga beragam. ”Kalau sudah pernah terima bansos, otomatis mereka gugur mendapatkan BSU senilai Rp 1 juta itu,” ujarnya, Senin (30/8).


Data awal, pihaknya mengajukan 32 ribu pekerja terdaftar BPJamsostek. Hingga data posisi kemarin, 27.460 pekerja sudah lolos verifikasi dari NTB. Sementara yang sudah terverifikasi Kemenaker 14.289 pekerja.


Proses penyaluran BSU hingga kini masih berjalan. Transfer bantuan pun sudah diterima 4.315 pekerja. Dipastikan bantuan seluruhnya dapat tersalurkan hingga akhir bulan ini. ”Update baru dari Kemenaker kita tunggu hingga besok (hari ini, Red),” katanya.


Bantuan dihajatkan pada pekerja yang terdampak di lokasi penerapan PPKM. Kota Mataram salah satunya. Otomatis sejumlah pekerja pun diusulkan untuk dapat menerima bantuan tersebut sebagai salah satu daerah yang pernah menerapkan PPKM Level IV. Sementara untuk kabupaten kota terdampak lainnya, masih menunggu gelontoran bantuan berbeda dari pemerintah.


”Sementara ini belum ada info bantuan untuk kabupaten kota yang lain,” imbuhnya.


Terpisah, Ketua Gili Hotel Association Lalu Kusnawan meminta pemerintah juga memperhatikan nasib pekerja di tiga gili. Sebab pekerja di gili tak mendapatkan bantuan lantaran tak menerapkan PPKM. Padahal, tanpa PPKM pun bisnis di kawasan gili juga sudah menjadi salah satu lokasi yang paling parah terdampak pandemi.


Pemilik bisnis juga sama-sama telah mendaftarkan pekerjanya pada program BPJS Ketenagakerjaan. ”Dampak pandemi di sektor pariwisata yang terparah kan ada di tiga Gili,” keluhnya.


Ia menilai pemerintah layak memberikan bantuan bagi pekerja yang pada prinsipnya mengalami kelesuan ekonomi. Upaya ini penting demi roda perekonomian tingkat masyarakat kelas menengah tetap bergerak. ”Bantuan apa pun jenisnya itu baik tunai dan nontunai tentu sangat dibutuhkan bagi karyawan yang terdampak di sini ini,” tegasnya. (eka/r9)

Editor : Galih Mps
#bantuan subsidi upah #BSU