Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Gili Butuh Lebih Banyak Promosi

Wahyu Prihadi • Senin, 18 Oktober 2021 | 13:11 WIB
MATANGKAN PERSIAPAN: Panitia Gili Festival 2023 berfoto di depan Graha Pena Lombok usai melaksanakan rapat, Rabu sore (7/6). (Farida/Lombok Post)
MATANGKAN PERSIAPAN: Panitia Gili Festival 2023 berfoto di depan Graha Pena Lombok usai melaksanakan rapat, Rabu sore (7/6). (Farida/Lombok Post)
TANJUNG-Pengusaha di Gili Trawangan mulai bernafas lega. Kunjungan ke salah satu destinasi wisata andalan Lombok Utara ini perlahan mulai meningkat.

Persentase kunjungan diperkirakan mencapai 20-30 persen dari kondisi normal. Kondisi ini tentu memberikan angin segar bagi pelaku usaha setempat. Gili juga ditopang aktivitas selama kunjungan selama akhir pekan. ”Kita perlu banyak berjuang dan bersyukur juga,” kata Telly Cyntiasari, pemilik Bungalows Sama Sama Reggae Bar, (17/10).

Ia menuturkan, mengembalikan kondisi seperti semula memang bukan perkara mudah. Yang paling dibutuhkan kata dia, adalah upaya promosi yang amat perlu digencarkan. Selanjutnya tinggal persoalan persyaratan kunjungan ke Gili Trawangan. Ia berharap, persyaratan secara bertahap bisa lebih dipermudah. Tujuannya, meminimalisir budget yang harus dikeluarkan wisatawan.

”Kami amat membutuhkan upaya promosi seluruh pihak,” tegasnya.

Tak hanya lokal. Tren kunjungan turis asing ke Gili Trawangan pun diakuinya mulai kembali berjalan. Biasanya mereka adalah para turis yang memang sudah lama berada di Bali. Menurtnya, hal ini karena biaya perjalanan antardaerah tak lagi semahal dan seketat dulu. Apalagi menjelang perhelatan WSBK yang digadang-gadang menjadi sumber limpahan kedatangan wisatawan. ”Kita harap ada perbaikan persyaratan yang lebih memudahkan,” imbuhnya.

Protokol kesehatan di kawasan gili juga diklaim telah diterapkan secara ketat. Kunjungan ini membuat pelaku usaha hingga beragam fasilitas setempat memilih tetap melanjutkan operasional alias tak pernah tutup, termasuk dirinya. Upaya ini diharapkan dapat tetap menjamu wisatawan, sehingga menimbulkan kepercayaan dan keinginannya untuk berkunjung kembali. ”Mereka kan butuh akomodasi, transportasi, hiburan dan lainnya. Kalau tutup semua, mereka gak akan betah dan enggan kembali ke sini,” papar Telly.

Johri, pemandu snorkeling setempat membenarkan kondisi gili perlahan membaik. Beberapa speedboat tampak membawa wisatawan mulai dari yang lokal hingga luar daerah. Dulu saat situasi normal bisa bekerja full mulai pukul 07.00-17.00 Wita setiap hari. Pendapatannya diraup minimal Rp 1 juta per hari. Setelah dihantam pandemi, kini dirinya bisa memandu 3-4 orang tamu dalam sepekan. ”Tapi lumayan daripada tak ada sama sekali seperti awal pandemi dulu,” katanya. (eka/r9)

  Editor : Wahyu Prihadi
#Gili Trawangan #pariwisata klu