Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Saatnya Pelaku Usaha Perikanan Naik Kelas

Galih Mps • Jumat, 29 Oktober 2021 | 16:48 WIB
KAMPUNG LOBSTER: Bupati Sukiman Azmy (tengah) mendampingi Dirjen Perikanan Budidaya, Kementerian Kelautan dan Perikanan Haeru Rahayu (kanan) melihat benih lobster di keramba jaring apung kampung budi daya lobster Teluk Jukung, Dusun Telong-elong, Desa Jer
KAMPUNG LOBSTER: Bupati Sukiman Azmy (tengah) mendampingi Dirjen Perikanan Budidaya, Kementerian Kelautan dan Perikanan Haeru Rahayu (kanan) melihat benih lobster di keramba jaring apung kampung budi daya lobster Teluk Jukung, Dusun Telong-elong, Desa Jer

MATARAM-Kepala Dinas Kelautan dan Perdagangan NTB Muslim mendorong kinerja ekspor komoditas perikanan yang lebih tinggi. Berdasar data BPS, subsektor perikanan menjadi kontributor terbesar kedua untuk PDRB setelah pertambangan sebesar 4,78 persen. Disumbang oleh komoditas udang vaname, lobster, dan ikan tuna, serta cakalang.


Namun tak dipungkiri bahwa masih ada sejumlah kendala dari pihak pelaku usaha dalam upaya mendorong ekspor lebih masif. ”Capaian eskpor cukup bagus, tapi tetap terus kita optimalkan,” katanya.


Ia mencontohkan, pelaku usaha yang mengolah atau produsen maupun eksportir harus terlebih dahulu mengantongi sertifikasi berstandar Grade B. Namun sejauh ini kualifikasi pelaku usaha lebih banyak berada pada tahapan Grade C. Penyebabnya karena minimnya kondisi sarana dan prasaran, ini yang harus diperkuat. Dengan peningkatan kompetensi dan modifikasi inilah yang akan bermuara pada peningkatan kualitas produk sebelum diekspor. Sekaligus menjadi poin lebih eksporor di mata para buyer.


Upayanya, melakukan koordinasi dengan instansi terkait. Pemetaan untuk mempercepatt IKM di sektor ini naik kelas.  ”Kita dalam upaya mendorong penguatan status dari pelaku usaha kita,” katanya.


Badan Pusat Statistik NTB mencatat, kelompok komoditas ekspor NTB komoditas ikan dan udang pada Agustus USD 1.640.248 atau menyumbang sebanyak 1,35 persen. Ekspornya ditujukan ke Amerika Serikat, Kanada, dan beberapa negara lainnya.


Untuk sektor penunjang lainnya, seperti komoditas buah-buahan sepanjang Agustus ditujukan ke Vietnam dan India. Sedangkan kelompok komoditas perhiasan atau permata ditujukan ke Australia dan Jepang, serta kelompok komoditas daging dan ikan olahan ditujukan le Amerika Serikat, Kanada, dan beberapa negara lainnya. ”Secara garis besar nilai ekspor Agustus 2021 sebesar USD 121,4 mengalami penurunan 3,48 persen dibandingkan Juli 2021,” ujar Koordinator Fungsi Statistik Distribusi BPS NTB Muhammad Saphoan. (eka/r9)

Editor : Galih Mps
#Industri Perikanan