MATARAM-Dinas Perdagangan NTB menjamin stabilitas harga kebutuhan bahan pokok di pasaran aman menjelang Imlek 2022. Namun fluktuasi harga masih tetap akan dialami sejumlah komoditas pangan. Terutama telur ayam dan cabai rawit yang dipicu besarnya permintaan konsumen, baik untuk kebutuhan imlek maupun rumah tangga harian.
”Tapi hampir tidak akan ada pergerakan yang signifikan,” kata Kepala Disdag NTB Fathurrahman, kemarin (21/1).
Dikatakan, telur biasanya disajikan sebagai hidangan saat Imlek. Sehingga menyebabkan adanya kenaikan harga. Untuk tahun ini harganya naik namun masih dalam kisaran wajar. Sekitar Rp 25.600 per kilogram. Stok ketahanannya cukup hingga sedikitnya tiga pekan kedepan.
”Saat ini aman. Kita lebih antisipasi nanti jelang event MotoGP,” katanya.
Selain itu, beberapa lokasi usaha dan restoran juga telah kembali beraktivitas seperti biasa. Cuaca musim penghujan juga jadi soal. Hal ini turut menjadi salah satu faktor penyebab harga telur dan cabai rawit naik. Namun di sisi lain, kembalinya roda produksi usaha juga memberikan angin segar di tingkat peternak dan petani lokal. ”Cabai rawit sekarang sekitar Rp 30 ribu per kilogram,” katanya.
Ia menilai, kondisi ini disebabkan pandemi yang belum sepenuhnya hilang. Sehingga ada kecenderungan masyarakat enggan melakukan perayaan Imlek besar-besaran. Tentu berdampak juga pada sisi permintaan yang masih terhitung amat sepi dibanding tahun-tahun sebelumnya. ”Kita prediksi kondisinya hampir sama seperti tahun lalu,” katanya.
Ismail, kepala Pasar Induk Mandalika mengatakan, pembeli akan memadati satu pasar langganannya. Sehingga komoditas lebih cepat laris di pasar tersebut. Sementara di pasar lainnya cenderung lebih aman dan stok pun terkendali. Hingga saat ini, beberapa komoditas yang rawan masih dalam kisaran harga yang wajar. Mulai dari daging ayam seharga Rp 42 ribu dan daging sapi Rp 125 ribu per kilogram. Bawang merah dan putih masing-masing Rp 18 ribu dan Rp 22 ribu. Serta cabai merah besar Rp 18 ribuan.
”Permintaan dan aktivitas di pasar masih aman dan normal seperti biasa,” imbuhnya. (eka/r9)
Editor : Galih Mps