MATARAM-Real Estate Indonesia (REI) NTB mengatakan progres pembangunan perumahan dalam mengurangi backlog perumahan terus ditingkatkan.
”REI NTB mencatat sejak tahun 2019 hingga 2021, lokasi pembangunan perumahan di NTB ada 207 tempat,” kata Ketua REI NTB Heri Susanto.
Ia mengatakan total unit yang ada 17.890 rumah selam dua tahun. Terjual untuk rumah subsidi 10.775 unit.
”Sedangkan untuk rumah komersil yang terjual 617 unit,” terangnya.
Dikatakan, dalam mengurangi backlog ini maka diperlukan kerja sama semua pihak. Sebab kekurangan rumah itu harus bisa disiapkan agar masyarakat bisa memiliki rumah layak huni.
”Kalau di NTB ada 112 ribu backlog yang belum memiliki rumah. Sekarang harapannya bagaimana yang backlog ini bisa memiliki rumah,” tambahnya.
Ia pun menjelaskan untuk pembangunan program rumah subsidi pengembangan tidak akan keluar dari standar yang ditetapkan pemerintah. Termasuk soal bahan bangunan yang harus digunakan. Walau pun harga rumah subsidi murah, namun tidak berarti menggunakan bahan yang murahan.
”Terbukti saat gempa 2018 lalu, rumah subsidi yang rusak kurang dari lima persen. Ini menunjukkan walau pun rumah subsidi pengembang tidak menurunkan kualitas bangunannya di NTB,” tambahnya.
Ia berharap ada dukungan Pemprov NTB untuk mewujudkan satu juta rumah. Pengembang hanya melakukan pembangunan untuk mewujudkan program sejuta rumah.
”Banyak bank telah memberikan kemudahan pengembangan dalam menyalurkan program rumah subsidi ini. Temasuk BPD NTB Bank NTB Syariah,” jelasnya.
Sekda NTB H Lalu Gita Ariadi mengatakan pengurangan backlog menjadi tugas bersama. Ada peran REI NTB dan perbankan mewujudkan kepemilikan rumah yang layak huni bagi masyarakat NTB.
”Semoga backlog perumahan ini dapat teratasi dengan segera,” kata dia. (nur/r9)
Editor : Galih Mps