Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pertumbuhan Ekonomi NTB Diproyeksi Tumbuh Hingga 6,2 Persen

Baiq Farida • Senin, 11 April 2022 | 14:28 WIB
EKONOMI MEMBAIK: Seorang ibu-ibu terlihat membeli dua botol minyak goreng pada salah satu stand Pasar Rakyat Ramadan di Taman Sangkareang, Kota Mataram, Senin (11/4/2022). (Dewi/Lombok Post)
EKONOMI MEMBAIK: Seorang ibu-ibu terlihat membeli dua botol minyak goreng pada salah satu stand Pasar Rakyat Ramadan di Taman Sangkareang, Kota Mataram, Senin (11/4/2022). (Dewi/Lombok Post)
MATARAM-Bank Indonesia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi di NTB pada 2022 tumbuh diangka 5,2-6,2 persen. Angka tersebut tidak hanya dilihat dengan kondisi Pandemi Covid-19 yang terus membaik. Namun, adanya event-event internasional dinilai mampu mendongkrak ekonomi Bumi Gora.

"Tahun 2022 triwulan I ini kemungkinan akan sangat tinggi angka pertumbuhan ekonomi. Kita (NTB, red) kisaran mungkin 4,5 - 5,5 persen, proyeksi tahun ini 5,2 - 6,2 persen," ujar Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia NTB Heru Saptaji di sela-sela kegiatan Pasar Rakyat Ramadan di Taman Sangkareang, Kota Mataram, Senin (11/4/2022).

Ia mengatakan, jika dilihat secara triwulan pada posisi triwulan 4 tahun 2021 lalu, ekonomi NTB tetap tumbuh sebesar 3,16 persen. Sedangkan secara keseluruhan sepanjang tahun 2021 pertumbuhan ekonomi NTB mencapai 2,30 persen. Lantaran pada posisi triwulan 1 tahun 2021 masih mengalami kontraksi sebesar 1,18 persen.

"Sehingga capaiannya tidak terlalu besar dari proyeksi sebelumnya, meskipun pada akhir tahun lalu ada event nasional yang mendorong pertumbuhan ekonomi triwulan 4 tahun 2021. Tetapi kami masih optimis bisa mencapai lebih besar lagi di 2022 ini," tambahnya.

Menurut Heru, angka tersebut menjadi awal yang bagus untuk pertumbuhan ekonomi NTB yang kian menunjukkan perbaikan di tahun 2022 ini. Lantas faktor apa saja penyebab pertumbuhan ekonomi ini?

"Banyak faktor yang menyebabkan, kita punya di awal tahun stabilitas pengendalian Covid-19 semakin baik, vaksinasi meningkat, sehingga mobilitas masyarakat meningkat," tutur mantan kepala KPw Bank Indonesia Tasikmalaya ini.

Selain itu, dari sisi transportasi hingga perdagangan mulai meningkat. Berlanjut pada diselenggarakannya event-event besar di NTB. Diakui Heru, hal ini menimbulkan sisi-sisi yang sebelumnya kontraksi seperti sektor akomodasi, hotel, restoran dan sebagainya sudah semakin naik seiring dengan tingkat okupansi yang terisi penuh.

"Kita punya event World Superbike sebelumnya, MotoGP, MXGP nanti event berikutnya juga ada. Mudah-mudahan akan terakumulasi menjadi suatu sumber pertumbuhan ekonomi yang meningkat bagi NTB," jelasnya.

Meski demikian, seiring pertumbuhan ekonomi tersebut tetap menemukan atau menemui tantangan. Salah satunya dari aspek pengendalian inflasi harus diperbaiki. Tak dipungkiri, jika pertumbuhan ekonomi tinggi, biasanya turut menekan inflasi yang tinggi. Sehingga upaya menekan inflasi agar tidak terlalu tinggi adalah melalui operasi pasar menyediakan berbagai kebutuhan pokok masyarakat.

"Untuk mencerminkan bagaimana ekspektasi masyarakat di dalam berbelanja menjadi terarah,  secara bijak dan cermat di dalamnya," tandas Heru. (ewi/r10) Editor : Baiq Farida
#Bank Indonesia #Pertumbuhan Ekonomi NTB