Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) kota Mataram Ricky Hartono Putra mengatakan, para pengusaha khususnya di Kota Mataram akan membayarkan THR pekerja sesuai dengan aturan dari pemerintah pusat, yakni H-7 sebelum Idul Fitri. Lantaran THR diberikan satu tahun sekali dan digunakan untuk lebaran, sudah seharusnya pengusaha menyiapkan hal tersebut dan diberikan jauh hari sebelum lebaran agar dapat digunakan untuk membeli kebutuhan para pekerja.
"Saran atau imbauan bayar sebelum H-7 sudah bagus bagi pengusaha. Imbauan ini kita sampaikan kepada teman-teman HIPMI kota Mataram," ujar Ricky Hartono Putra, Selasa (12/4/2022).
Apalagi sekarang ini, rata-rata kondisi pengusaha sudah semakin baik dan geliat usaha mulai tumbuh lagi. Hanya saja mungkin ada beberapa yang belum, terlebih selama Ramadan salah satunya usaha pariwisata yang tengah menurun sehingga belum bisa memberikan THR hingga 100 persen.
"Kita tetap mematuhi untuk membayar THR, tapi nominalnya ini saya belum bilang 100 persen seluruhnya. Karena mungkin saja ada yang bayar 20 persen atau berapa persen," ungkapnya.
Ricky menegaskan, para anggotanya tetap mematuhi aturan yang sudah ada. Diharapkan pada H-7 lebaran Idul Fitri semua pembayaran THR sudah dibayarkan ke pekerja, jangan sampai dibayarkan pada H-1 atau H-2 jelang lebaran.
"Kan mereka juga untuk belanja baju dan kebutuhan lebaran lainnya. Cuma sekarang belum dipastikan HIPMI bisa bayar 100 peren atau tidak," terangnya.
Jika dibandingkan pada tahun lalu, sambung Ricky, ada yang membayar THR pekerja sebesar 20 persen hingga 50 persen bahkan 100 persen dari gaji pokok. Namun kembali lagi pada kemampuan perusahaan.
"Itu dulu tergantung dari kondisi perusahaan masing-masing, ya kesepakatan pekerja antarperusahaan. Kalau di pariwisata memberikan THR 100 saya rasa berat karena kondisinya masih lesu," jelasnya.
Saat ini kondisinya untuk pengusaha mulai berkembang, karena masih pandemi Covid-19 meskipun sudah mulai menurun. Bahkan sekarang ini para anggota HIPMI Kota Mataram tengah sibuk menata usaha mereka, karena baru mulai menggeliat setelah lama vakum 2 tahun lamanya lantaran Covid-19.
"Saya raya pengusaha-pengusaha kita lagi bertumbuh, dulunya stagnan sekarang sudah mulai lagi pergerakannya," tandasnya. (ewi/r10)
Editor : Baiq Farida