Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Tak Mau Kalah, Harga Bahan Bangunan Ikut Naik Sejak Awal Puasa

Baiq Farida • Senin, 25 April 2022 | 19:46 WIB
SEGERA DIRENOVASI: Gedung Graha Mentaram sampai saat ini belum difungsikan oleh RSUD Kota Mataram karena masuk rusak akibat gempa bumi. Tampak beberapa kerabat pasien melintas di gedung itu, kemarin (1/2).
SEGERA DIRENOVASI: Gedung Graha Mentaram sampai saat ini belum difungsikan oleh RSUD Kota Mataram karena masuk rusak akibat gempa bumi. Tampak beberapa kerabat pasien melintas di gedung itu, kemarin (1/2).
GIRI MENANG-Seakan tak mau kalah dengan bahak kebutuhan pokok, menjelang Lebaran Idul Fitri 2022 harga bahan bangunan juga merangkak naik. Meski tidak signifikan, kenaikan ini cukup dikeluhkan konsumen terutama yang akan merenovasi rumahnya.

"Kaget juga sudah naik harganya sebelum Lebaran, sebelumnya saya prediksi naik setelah Lebaran ternyata tidak," ucap Gunawan Wahyu, salah satu pembeli toko bangunan di kawasan Rumak, Kabupaten Lombok Barat, Senin (25/4/2022).

Menurutnya, kenaikan harga bangunan cukup merata. Tidak hanya beberapa varian item saja.

"Kenaikan kisaran dua hingga tiga ribu," imbuhnya.

Meski ada kenaikan, ia tak ingin terlalu memusingkan hal tersebut. Hanya saja dirinya harus menghitung-hitung anggaran secara detail agar tidak terjadi kekurangan dalam merenovasi rumahnya.

"Menyesuaikan dengan kondisi saja," kata Gunawan.

Sementara itu, Ayunita salah satu pegawai toko bangunan Pro Plaster di Rumak, Kabupaten Lombok Barat membenarkan terjadi kenaikan harga bahan bangunan. Merata pada seluruh item dengan kisaran maksimal Rp 5 ribu.

"Kenaikannya sejak awal puasa," ucapnya.

Ia merincikan, untuk harga besi ukuran 10 mm yang sebelumnya Rp 90 ribu per lonjor kini Rp 92 ribu per lonjor. Sedangkan besi ukuran 6 mm yang semula Rp 36 ribu per lonjor menjadi Rp 37 ribu per lonjor. Begitu pula harga semen merek tiga roda, semula Rp 65 ribu per sak menjadi Rp 66 ribu per sak.

Sementara, harga batu bata untuk per seribu biji sekitar Rp 650 ribu. Kemudian, harga pasir kali mencapai Rp 550 ribu per dam serta harga batu pecah pondasi mencapai Rp 625 ribu per dam.

"Kondisi kenaikan juga dikeluhkan konsumen, tapi mau bagaimana dari produsen juga naikkan harga," tandasnya. (ewi/r10) Editor : Baiq Farida
#Kenaikan Harga #Jelang Lebaran #Harga Bahan Bangunan