"Kaget juga sudah naik harganya sebelum Lebaran, sebelumnya saya prediksi naik setelah Lebaran ternyata tidak," ucap Gunawan Wahyu, salah satu pembeli toko bangunan di kawasan Rumak, Kabupaten Lombok Barat, Senin (25/4/2022).
Menurutnya, kenaikan harga bangunan cukup merata. Tidak hanya beberapa varian item saja.
"Kenaikan kisaran dua hingga tiga ribu," imbuhnya.
Meski ada kenaikan, ia tak ingin terlalu memusingkan hal tersebut. Hanya saja dirinya harus menghitung-hitung anggaran secara detail agar tidak terjadi kekurangan dalam merenovasi rumahnya.
"Menyesuaikan dengan kondisi saja," kata Gunawan.
Sementara itu, Ayunita salah satu pegawai toko bangunan Pro Plaster di Rumak, Kabupaten Lombok Barat membenarkan terjadi kenaikan harga bahan bangunan. Merata pada seluruh item dengan kisaran maksimal Rp 5 ribu.
"Kenaikannya sejak awal puasa," ucapnya.
Ia merincikan, untuk harga besi ukuran 10 mm yang sebelumnya Rp 90 ribu per lonjor kini Rp 92 ribu per lonjor. Sedangkan besi ukuran 6 mm yang semula Rp 36 ribu per lonjor menjadi Rp 37 ribu per lonjor. Begitu pula harga semen merek tiga roda, semula Rp 65 ribu per sak menjadi Rp 66 ribu per sak.
Sementara, harga batu bata untuk per seribu biji sekitar Rp 650 ribu. Kemudian, harga pasir kali mencapai Rp 550 ribu per dam serta harga batu pecah pondasi mencapai Rp 625 ribu per dam.
"Kondisi kenaikan juga dikeluhkan konsumen, tapi mau bagaimana dari produsen juga naikkan harga," tandasnya. (ewi/r10) Editor : Baiq Farida