Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Wabah PMK: Harga Ternak Anjlok dan Panic Selling

Galih Mps • Rabu, 15 Juni 2022 | 19:00 WIB
JAGA KEBERSIHAN: Petugas Disnakeswan NTB melakukan penyemprotan kandang sapi, di Kebon Ayu, Gerung, kemarin (14/6). (AWAL FOR LOMBOK POST)
JAGA KEBERSIHAN: Petugas Disnakeswan NTB melakukan penyemprotan kandang sapi, di Kebon Ayu, Gerung, kemarin (14/6). (AWAL FOR LOMBOK POST)

MATARAM-Peternak sapi mulai panik dengan mewabahnya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Bahkan kondisi ini membuat harga sapi bisa anjlok mencapai 85 persen.


”Biasanya indukan sapi saya bisa jual Rp 15 jutaan tapi sekarang ditawar Rp 4 jutaan per ekornya,” kata seorang peternak di Sekotong Adi Nanda, pada Lombok Post, Selasa (14/6).


Dijelaskan biasanya anakan sapi usia satu tahun dihargakan Rp 6-7 juta. Apalagi mendekati Idual Adha, harganya bisa meningkat.


”Memang harga sapi turun total dikarenakan PMK. Bahkan pembeli kurang,” ujarnya.


Ia mengatakan kondisi saat ini membuat pembeli melakukan penawaran terendah. Hal ini jelas sangat merugikan dirinya, padahal sapi yang dimiliki masih dikatakan sehat.


”Kalau saya lihat langkah pemerintah penanganan PMK sudah sangat cepat saat sekarang,” tuturnya.


Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) NTB Ahmad Nur Aulia meminta peternak tidak melakukan panic selling. Sebab pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk bisa menangani PMK. Berdasarkan data, populasi hewan ternak yang terkena PMK hampir 26 ribu ekor. Namun kini sudah sembuh sekitar 12 ribu ekor.


”Terbukti dengan tingkat kesembuhan hewan ternak yang terkena PMK cukup tinggi di NTB,” terangnya.


Salah satu upaya, dengan melakukan penyemrotan kandang ternak yang ada di Desa Kebon Ayu, Kecamatan Gerung, kemarin (14/6). Penyemrotan ini sebagai langkah cepat agar ternak bisa mendapatkan penanganan ekstra di tengah merebaknya wabah PMK.


”Di kandang kumpul desa ini, tingkat kesembuhan PMK mencapai 90 persen,” jelasnya.


Dijelaskan, dalam kasus PMK ini yang penting deteksi awal dan penanganannya. Perlu penguatan edukasi agar peternak tidak panik.


”Untuk stok obat direncanakan 50 persen dari populasi ternak wilayah terdampak PMK,” ujarnya. (nur/r9)

Editor : Galih Mps
#PMK #Hewan Ternak