Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Bayer Dukung Swamedikasi Ubah Golongan Obat Alergi Jadi Bebas Terbatas

Galih Mps • Sabtu, 16 Juli 2022 | 19:00 WIB
DISKUSI: Pihak Bayer Indonesia bersama Swamedikasi saat diskusi terbuka terkait Golongan Obat Alergi Jadi Bebas Terbatas di Jakarta, beberapa hari lalu.(BAYER INDONESIA FOR LOMBOK POST)
DISKUSI: Pihak Bayer Indonesia bersama Swamedikasi saat diskusi terbuka terkait Golongan Obat Alergi Jadi Bebas Terbatas di Jakarta, beberapa hari lalu.(BAYER INDONESIA FOR LOMBOK POST)

JAKARTA-Bayer Indonesia mendukung Swamedikasi Alergi melalui kemasan Obat Bebas Terbatas agar masyarakat bebas beraktivitas dan hidup lebih berkualitas.


”Alergi dapat mengganggu produktivitas pada kalangan usia produktif yang tentunya dapat mempengaruhi kesehatan. Apabila tidak segera diatasi, alergi berandil menurunkan kualitas hidup penderitanya,” ungkap Country Division Head of Consumer Health Bayer Indonesia Steven Lee.


Edukasi mengenai swamedikasi alergi juga dianggap semakin mendesak. Mengingat banyak kabar keliru yang mudah beredar di tengah masyarakat. Sementara, penelitian maupun informasi mengenai fakta alergi, khususnya di Indonesia masih sangat minim. Memahami situasi tersebut, Bayer menggagas kampanye swamedikasi alergi pertama di Indonesia bertajuk #RedakanAlergimuBestie. Berlangsung hingga Desember 2022, kampanye ini menargetkan untuk mengedukasi swamedikasi alergi kepada satu juta masyarakat Indonesia.


”Kami ingin membantu masyarakat Indonesia lebih memahami kesehatan diri dan keluarga, serta mampu menjaga kesehatan secara mandiri. Salah satu upaya kami dengan meluncurkan kampanye swamedikasi untuk mengenali dan mengobati alergi secara mandiri,” tuturnya.


Obat yang diluncurkan Claritin Anti Alergi Tanpa Kantuk dengan kandungan Loratadin. Tersedia dalam kemasan praktis kemasan box isi lima dan box isi 10. Claritin bisa diperoleh di apotek terdekat mulai Juli ini.


Dengan dosis sekali sehari, Claritin efektif meredakan gejala alergi. Seperti bersin-bersin, pilek alergi, hidung gatal dan gatal alergi. Claritin telah disetujui oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sebagai obat bebas terbatas (tanpa resep dokter).


Pharmacy Expert Prof Zullies Ikawati mengatakan pemerintah mendukung upaya swamedikasi penyakit alergi melalui perubahan golongan obat Loratadine menjadi Obat Bebas Terbatas. Berdasarkan Peraturan Kemenkes (PMK no.3 tahun 2021), swamedikasi merupakan upaya pengobatan yang dilakukan secara mandiri untuk mengobati gejala penyakit tanpa berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Hal ini akan mendukung pelayanan di apotek untuk swamedikasi alergi yang benar kepada konsumen dan meningkatkan kualitas hidup pasien dengan gejala alergi.


”Alergi melibatkan pemicu alergi. Oleh karena itu diperlukan obat anti alergi. Loratadine yang merupakan salah satu anti alergi yang dapat diberikan secara swamedikasi untuk penanganan Alergi,” papar Prof Zullies. (*/bng/nur/r9)

Editor : Galih Mps
#Bayer