Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

52 Kapal Pesiar Booking Sandar di Gili Mas

Galih Mps • Kamis, 8 Desember 2022 | 17:45 WIB
PELAYANAN PRIMA: Beberapa Tim Pelindo Lembar membantu wisman yang baru turun dari kapal pesiar di Pelabuhan Gili Mas Lembar, Selasa (6/12).(PELINDO FOR LOMBOK POST)
PELAYANAN PRIMA: Beberapa Tim Pelindo Lembar membantu wisman yang baru turun dari kapal pesiar di Pelabuhan Gili Mas Lembar, Selasa (6/12).(PELINDO FOR LOMBOK POST)

MATARAM-Tercatat 52 kapal pesiar (cruise) telah melakukan pemesanan (booking) sandar di Lombok hingga tahun 2026 mendatang. ”Jumlah ini akan terus terjadi kenaikan mengingat Lombok telah memiliki kapasitas sandar kapal pesiar di Pelabuhan Gili Mas Lembar,” kata General Manager Pelindo Cabang Lembar Baharuddin pada Lombok Post, kemarin (7/12).


Rincian kapal yang dimaksud, tahun 2023 ada 20 kapal, 2024 21 kapal, 2025 10 kapal, dan 2026 satu kapal. ”Booking akan terus berjalan, (kemungkinan, Red) meningkat terus,” terangnya.


Hal ini jelas mendorong jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke NTB. Bila estimasi satu kapal pesiar membawa 800 orang wisman, maka tahun 2022 ini akan ada 4.000 orang wisman berkunjung ke NTB dari kapal pesiar saja. Sebab tahun ini terdata ada lima kapal pesiar yang sandar. ”Kapal Pesiar Pertama MV Regatta membawa 383 penumpang, Kapal Pesiar Kedua MV Viking Orion membawa 1.297 penumpang, dan Kapal Pesiar MV Silver Muse membawa 821 penumpang, dan masih ada dua kapal pesiar lagi nanti tanggal 12 dan 31 Desember 2022,” jelasnya.


Dengan estimasi serupa, maka 2023 kisaran 16 ribu wisman, 2024  kisaran 16.800, 2025 8.000, dan 2026 800 wisman. ”Dengan adanya Pelabuhan Gili Mas Lembar kini kapal pesiar bisa langsuang sandar,” terangnya.


Terminal penumpang cruise Gili Mas sudah dilengkapi dengan fasilitas panjang dermaga 440 meter. Terminal penumpang berkapasitas 1.500 orang, sehingga memiliki potensi yang besar untuk disandari kapal-kapal cruise dari mancanegara. Harapannya, akan semakin banyak kedatangan kapal cruise di Indonesia, khususnya ke pulau Lombok, NTB mengingat pandemi telah mereda.


Pengamat ekonomi Prof H Mansur Afifi mengatakan bila daerah telah memiliki sarana prasarana kapal pesiar, maka akan mengundang kapal pesiar datang. Kemudahan itu akan menarik minat kapal pesiar untuk berkunjung. Sehingga frekuensi kedatangan bisa bertambah.


Inilah yang menimbulkan munculnya permintaan baru untuk berbagai kebutuhan wisatawan tersebut. Misalnya akomodasi, makan minum, transportasi, souvenir, dan sebagainya. Ini akan menyebabkan bertambahnya aliran uang masuk ke NTB. Jadi ini akan menggerakkan ekonomi masyarakat dengan adanya permintaan bertambah. ”Jadi semua ekonomi dari industri pariwisata dan kaitan lainnya akan bergerak. Sehingga ini yang membuat perekonomian tumbuh karena kegiatan ekonominya banyak,” kata dosen ekonomi Unram tersebut. (nur/r9)

Editor : Galih Mps
#Gili Mas