MATARAM-Masih belum naiknya tarif penyeberangan Kayangan-Pototano setelah BBM naik September 2022 lalu terus mendapat sorotan. Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (Gapasdap) terus menyuarakan keinginannya agar tarif segera naik. ”Jadi mohon menjadi perhatian pemerintah terkait tarif setelah ada kenaikan BBM ini,” kata Ketum Gapasdap Khoiri Soetomo, di Senggigi, Jumat (8/12).
Menurutnya untuk bisa menjamin standar keselamatan pelayaran, harus diimbangi dari sisi tarif. ”Kalau tarif tetap, mana bisa seperti orang Jawa bilang numpak becak bayar sewu kok njaluk selamet,” ujarnya.
”Artinya kalau mau kasih tarif yang murah, mana bisa nuntut standar keselamatan yang tinggi,” sambungnya.
Ditegaskan, kondisi pengusaha kini sangat berat setelah adanya kenaikan BBM tersebut. Bahkan pengusaha mengalami defisit atau pembengkakan operasional yang jelas akan berpengaruh pada kinerja perusahaan. ”Tarif disesuaikan agar bisa memberikan layanan maksimal,” imbuhnya.
Kadis Perhubungan NTB HL Moh Faozal mengatakan, penyesuaian tarif di Pelabuhan Kayangan-Pototano masih menunggu waktu yang tepat. Gubernur katanya masih memiliki sejumlah pertimbangan sehingga belum menaikkan tarif. ”Tinggal menunggu hari,” janji dia.
Terpisah, Gubernur NTB H Zulkieflimansyah saat disinggung penyesuaian tarif penyeberangan Pelabuhan Kayangan juga tak memberi kepastian. ”Pokoknya nanti kita, pokoknya yang penting tidak ada yang melanggar hukum, priority should be given pada business community,” tuturnya. (nur/r9)
Editor : Galih Mps