MATARAM-Gaung kendaraan listrik tak hanya ada di Jakarta, Lombok juga tak mau ketinggalan dengan teknologi yang satu ini. Setidaknya sudah ada dua pabrikan yang telah memasarkan kendaraan listriknya di NTB.
IONIQ 5 dari Hyundai dan Air EV dari Wuling. Kedua produk ini jelas memiliki kelebihannya masing-masing yang ditawarkan ke konsumen.
Branch Manager Hyundai Lombok Ahsan mengatakan pabrikan menyematkan Hyundai SmartSense sebagai salah satu kelebihan. Beragam fasilitas smart turut ditanamkan. Misalnya, Smart Cruise Control with Stop & Go Function (SCC w/ S&G) mengatur kecepatan kendaraan tanpa harus menginjak pedal gas yang secara otomatis dapat menyesuaikan jarak kendaraan di depannya. Apabila kendaraan di depan berhenti, SCC akan secara otomatis mengurangi kecepatan sampai berhenti. Dan akan kembali melaju mengikuti kendaraan di depan.
Ada lagi Forward Collision Avoidance Assist (FCA). Fitur ini memperingatkan pengemudi ketika sistem mendeteksi ada risiko benturan dari arah depan. Seperti misalnya dengan pejalan kaki atau dengan kendaraan yang tiba-tiba melambat atau berhenti. Jika risiko benturan terus meningkat setelah peringatan, maka sistem secara otomatis akan membantu melakukan pengereman darurat.
”Kami juga benamkan Lane Following Assist (LFA),” jelasnya. Ini adalah kamera depan yang melacak penanda garis jalur dan membantu pengemudi untuk tetap menjaga kendaraan aman di tengah jalur.
Berikutnya, Safe Exit Assist (SEA) ini berupa sensor mengunci pintu belakang secara otomatis apabila mendeteksi objek yang mendekat dari sisi belakang saat pintu hendak dibuka. Blind Spot Collision-Avoidance Assist (BCA) yaitu sensor radar di bumper belakang. Berfungsi memperingatkan pengemudi ketika ada kendaraan yang mendekat dalam area titik buta.
Rear Cross-Traffic Collision-Avoidance Assist (RCCA). Fungsinya memperingatkan apabila ada kendaraan di jalur belakang yang mendekat pada saat mundur. Bahkan bisa melakukan pengereman darurat jika diperlukan. Surround View Monitor (SVM), memungkinkan pengemudi dapat melihat keadaan sekitar secara 360 derajat saat fitur ini bekerja. E-GMP Electric Global Modular Platform, ini merupakan platform eksklusif untuk generasi masa depan mobil listrik. Powerful performance, sehingga bisa merasakan pengalaman menyenangkan berkendara IONIQ 5 yang dilengkapi fitur berteknologi tinggi di dalamnya. Battery type Liquid cooled Lithtium Ion, Battery Capacity 58 kWh, Battery Voltage 522,7 V, Battery Power Output 195 kW. ”Menawarkan desain yang inovatif, ruang kabin yang lapang, performa tinggi, pengisian daya listrik cepat, dan jarak tempuh panjang,” jelasnya.
Terpisah, Branch Manager Wuling Lombok Hengky Sugiono mengatakan Air EV Wuling kini mulai dilirik masyarakat NTB. Wuling Air EV tersedia dalam pilihan mesin Electric dalam enam varian. Air EV tersedia dengan transmisi otomatis tergantung variannya. Air EV adalah Hatchback 4 seater dengan panjang 2974 mm, lebar 1505 mm, wheelbase 2010 mm. Jenis transmisi listrik otomatis, dengan tenaga listrik 40 hp. Kapasitas tempat duduk 4 seater. ”Kendaraan listrik ini memiliki performa torsi 110 Nm, jenis bahan bakar listrik, dan jarak tempuh 200 kilometer,” tambahnya.
Mobil listrik Wuling Air ev memiliki dimensi yang cukup mungil. Meski demikian, jarak tempuh atau daya jelajahnya cukup jauh. Wuling Air ev dibangun menggunakan platform Global Small Electric Vehicle (GSEV). ”Jadi, mobil memiliki dimensi panjang 2.974 mm, lebar 1.505 mm, dan tinggi 1.631 mm. Sehingga, tidak akan memakan banyak tempat saat penyimpanan di rumah,” jelasnya terkait salah satu kelebihan yang dimiliki.
Dengan dimensi yang tidak besar, Air ev hanya memiliki bobot 1.160 kg. Dengan bodi yang kecil dan tidak terlalu berat, mobil ini bisa melaju hingga 100 kilometer per jam.
Air ev terbagi dalam dua tipe, yakni Standard Range dan Long Range. Keduanya dibedakan berdasarkan kapasitas baterai dan jarak tempuhnya. ”Untuk Standard Range dengan jarak tempuh sekitar 200 kilometer, kapasitas baterainya 18 kWh. Sedangkan Long Range dengan jarak tempuh sekitar 300 kilometer, kapasitasnya 26,5 kWh,” jelasnya.
Wuling pun mengatakan Air EV ini bisa dilakukan pengecasan dengan listrik rumah tangga. Spesifikasi daya listrik rumah tangga yang dibutuhkan minimum 2.200 W khusus untuk mengisi daya Air ev saja. Sedangkan lama pengecasannya, tergantung dari besaran daya yang digunakan. Daya 2,2 kW, butuh waktu sekitar 8,5-11 jam, untuk mengisi dari 20 persen hingga 100 persen. Dengan daya 6,6 kW, butuh waktu sekitar 4 jam, untuk mengisi baterai dari 20 persen hingga 100 persen. ”Kalau sisi keamanan menanamkan berbagai penunjang agar pengemudi dan penumpang yang ada didalam mobil merasa aman dan nyaman,” kata dia.
Jadi bagaimana, pilihan ada di tangan anda sebagai konsumen. Keduanya menawarkan aneka kelebihan yang membuatnya sangat laik untuk segera diboyong. (nur/r9)
Editor : Galih Mps