Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

PT SMS Targetkan Kelola Lahan Tebu 8.231 Hektare

Galih Mps • Kamis, 19 Januari 2023 | 17:15 WIB
TEBANG TEBU: Seorang tenaga menebang tebu yang siap panen dan diolah menjadi gula oleh PT SMS di Pekat, Dompu, beberapa waktu lalu.(SMS FOR LOMBOK POST)
TEBANG TEBU: Seorang tenaga menebang tebu yang siap panen dan diolah menjadi gula oleh PT SMS di Pekat, Dompu, beberapa waktu lalu.(SMS FOR LOMBOK POST)

MATARAM-PT Sukses Mantap Sejahtera (SMS) menargetkan bisa melakukan Pengembangan Perkebunan Kemitraan untuk tanaman tebu pada tahun 2025 mencapai 8.231 hektare. ”Idealnya untuk produksi kalau kita bisa dapatkan antara lahan HGU dan lahan kemitraan maka kapasitas produksi SMS untuk luasan lahan hingga kisaran 11-15 ribu hektare,” kata Humas PT SMS Muhammad Haryanto pada Lombok Post, Rabu (18/1).


Besarnya minat masyarakat untuk menanam tebu dan bergabung dalam program kemitraan terus berkembang dari tahun ke tahun. Ini yang kemudian dituangkan ke dalam Rencana Pengembangan Kemitraan hingga 2025. Ditambahkan tahun produksi 2022 luas lahannya 4.077 hektare, 2023 5.677 hektare, dan 2024 6.954 hektare. ”Kami memang mengajak masyarakat lokal untuk terlibat pada program kemitraan kami untuk pengembangan perkebunan,” ujarnya.


Ia menjelaskan perusahaan perkebunan tebu dan produsen gula, yang merupakan bagian dari SAMORA Group tersebut sampai saat ini telah berhasil menanami tebu di area perkebunan inti. Maksudnya, dikelola oleh perusahaan langsung seluas kurang lebih 2.486 hektare dari 5.540 hektare luas izin usaha. Hasil Produksi Perkebunan Inti yang dikelola oleh perusahaan tahun produksi 2018 luas lahan 2.384 hektare dengan produksi  gula hingga 31.033 ton. Tahun produksi 2019 luas lahan 2.384 hektare dengan produksi  gula hingga 1.117 ton. Tahun produksi 2020 luas lahan 2.533 hektare dengan produksi  gula hingga 5.689 ton. Tahun produksi 2021 luas lahan 2.521 hektare dengan produksi  gula hingga 19.709 ton. Tahun produksi 2022 luas lahan 2.554 hektare dengan produksi  gula hingga 108.456 ton.


Hasil produksi perkebunan kemitraan dikelola oleh petani mandiri. Tahun produksi 2018 luas lahan 520 hektare dengan produksi  gula hingga 20.213 ton. Tahun produksi 2019 luas lahan 640 hektare dengan produksi  gula hingga 34.403 ton. Tahun produksi 2020 luas lahan 1.861 hektare dengan produksi  gula hingga 64.944 ton. Tahun produksi 2021 luas lahan 2.149 hektare dengan produksi  gula hingga 98.573 ton. Tahun produksi 2022 luas lahan 2.614 hektare dengan produksi  gula hingga 170.790 ton. ”Kami melibatkan orang-orang yang tinggal di dekat lokasi perkebunan untuk menjadi mitra,” tuturnya.


Pabrik Gula Tambora dirancang berkapasitas 5.000 Ton Cane per Day (TCD) dan dapat dikembangkan hingga 10.000 TCD. Pembangunan dimulai sejak Maret 2014 dan giling perdana pada Juni 2016. Keberadaan PG Tambora dapat menciptakan lapangan kerja untuk sektor inti kurang lebih 700 orang dan sektor penunjang hingga kurang lebih 10 ribu orang. ”Karyawan yang bekerja saat ini total 497 orang,  84 persen dari NTB dan 16 persen luar NTB,” jelasnya.


Kadis Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB H Fathul Gani mendorong SMS mengajak masyarakat menanam tebu. Dikarenakan ada petani di sekitar  kawasan perusahaan enggan menanam tebu karena hasilnya dinilai kurang dari jagung. ”Luas lahan tebu hingga tahun 2020 tercatat 2.031 hektare dengan produksi 61.135 ton untuk produktivitas 70.594 kilogram per hektare dengan jumlah petani 530 orang,” kata dia. (nur/r9)

Editor : Galih Mps
#PT SMS