Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Oganic Natural Acne Care: Kenalkan Produk NTB Hingga Mancanegara

Galih Mps • Rabu, 22 Februari 2023 | 19:40 WIB
RACIK PRODUK: Founder dan CEO PT Organic Lombok Indonesia Septia Erianty saat meracik langsung salah satu produk di kantornya, pekan lalu.(NURUL/LOMBOK POST)
RACIK PRODUK: Founder dan CEO PT Organic Lombok Indonesia Septia Erianty saat meracik langsung salah satu produk di kantornya, pekan lalu.(NURUL/LOMBOK POST)

Berawal dari open pre order produk orang, hingga muncul nama brand lokal NTB untuk kosmetik Oganic Natural Acne Care. Itulah perjalanan panjang Founder dan CEO PT Organic Lombok Indonesia Septia Erianty mengenalkan produk lokal Bumi Gora. ”Fokus produk kami adalah jerawat teratasi tanpa iritasi menggunakan bahan aktif dari hasil alam petani lokal NTB. Seperti rumput laut untuk anti aging collagen alami, spirulina untuk anti inflamasi anti jerawat alami, dan ektrak mutiara untuk mencerahkan dan menghaluskan kulit,” jelas ibu dua anak ini.


Ia menjelaskan Oganic Natural Acne Care diproduksi di pabrik sendiri yang memberdayakan tenaga kerja lokal dan bahan baku lokal. Selain memproduksi  Oganic, PT Organic Lombok Indonesia juga menjadi suplier amenities seperti sabun, sampo, shower gel dan lainnya untuk sejumlah hotel di Lombok. ”Kami menggunakan bahan baku dari petani di NTB,” tambahnya.


Pihaknya membuktikan, produk lokal kualitasnya tidak kalah baik dengan produk nasional maupun internasional. Dengan masyarakat membeli produk lokal juga telah mendukung mata rantai manfaat yang panjang untuk NTB sendiri. ”Jujur modal awal pertama kali masih barang orang, modal nol rupiah,” ceritanya.


Semua bermula Oktober 2018 lalu. Awalnya dia berpikiran untuk memiliki usaha yang bermanfaat untuk orang banyak. Diawali dengan review masker spirulina yang digunakan untuk mukanya sendiri karena kondisi wajah berjerawat parah. Dari review ini banyak permintaan masuk setelah melihat hasil yang digunakan pribadi. Sehingga saat itu pun dirinya membuka open pre order (PO) barang yang di-review tersebut. ”Awalnya memang masih jualan produk orang tanpa modal saat itu,” terangnya.


Melihat respons produk kecantikan yang dipasarkan baik, dirinya berpikiran membuat produk sendiri. Terlebih setelah melihat bahan baku yang ada di NTB ini melimpah ruah. ”Akhirnya saya riset, ke BPOM menanyakan bagaimana caranya membangun pabrik untuk membikin kosmetik. Saat itu ternyata belum ada, BPOM Mataram mendorong itu semua,” jelasnya.


Dirinya pun tertantang namun pada saat itu uang pas-pasan. Solusinya, menyulap garasi rumah orang tua menjadi pabrik. Menurut BPOM Mataram, mau besar atau kecil industrinya tetap saja namanya pabrik untuk menghasilkan produk kosmetik. ”Kuncinya yang penting sanitary (sanitasi) dan higienitas (kebersihan) terjaga,” terangnya.


Riset bahan baku pun dilakukan untuk mencari bahan baku terbaik di NTB. Akhirnya dia menemukan top four. Yaitu rumput laut, cokelat, kopi, dan mutiara. ”Potensi sumber daya alamnya NTB ini banyak, kenapa tidak olah sendiri, pikiran saya saat itu,” imbuhnya.


Dijelaskan, rumput laut di NTB itu luar biasa bagusnya. NTB juga memiliki luasan kebun cokelat yang banyak. Sedangkan kopi NTB termasuk bagus sekali, karena memiliki aroma khas perpaduan coklat. Dia menemukan, kopi di sini umumnya memiliki tanaman pendamping cokelat. Maka ada aroma cokelat caramel yang muncul. Selanjutnya, NTB juga terkenal mutiara Lomboknya. ”Semua bahan baku ini sangat bagus dan bermanfaat untuk kosmetik,” jelasnya.


Persiapan pabrik dan izin lainnya dilakukan selama delapan bulan hingga awal 2020. Menghasilkan sabun rumput laut yang keluar izin edarnya. Tak berapa lama, pandemi terjadi. Di sinilah kelebihannya memiliki pabrik sendiri, jadi bisa menghasilkan produk apa yang diinginkan.


Akhirnya dia mencari celah produk yang cocok dengan kondisi saat itu. Bahkan adanya program JPS Gemilang yang memfokuskan produk lokal menjadi salah satu batu loncatan bisnis. Berkat Pemprov NTB yang sangat mendorong industrialisasi dan produk lokal, memudahkannya mendapatkan sertifikat halal, bantua HAKI, management mutu, pedampingan dan lainnya.


Ini memberikan dampak yang berkesinambungan jangka panjang. ”Pada saat itu kami hasilkan hand sanitizer dan masker dari rumput laut yang membuat orang-orang tidak perlu ke klinik kecantikan yang saat itu berlaku stay at home. Produk inilah yang booming saat pandemi,” ujarnya.


Oganic pun saat ini masih menerapkan order by request agar produknya fresh saat diterima konsumen. ”Begitu ada order, kita buatkan dan produksi langsung yang kita jaga kualitas, hasil nyata, yang spesifik ke natural acne care,” imbuhnya.


Bisa juga dibayangkan masih minimnya hal tersebut, membuat penjualan jauh lebih banyak di Jawa Timur dan Jakarta ketimbang NTB tempat produksinya langsung.  Produk ini sudah diekspor ke luar negeri juga ke Brazil dan Australia. ”Bisa hingga pasar luar negeri karena dorongan pemerintah melalui pameran,” tuturnya. (nur/r9)

Editor : Galih Mps
#UMKM