MATARAM-Provinsi NTB terus berupaya menggalakkan program bela beli produk lokal. ”Kepala daerah diperintahkan (pusat, Red) untuk bela beli produk lokal,” kata Sekretaris Daerah NTB H Lalu Gita Ariadi akhir pekan lalu.
Khusus Provinsi NTB, Setiap Senin pagi, dilakukan monitor perkembangan harga-harga bahan pangan dan keadaan inflasi. Daerah kabupaten kota harus memastikan ketersediaan barang-barang ada di tengah masyarakat dengan harga terjangkau.
Tidak mengejar pertumbuhan semata, tetapi tetap jaga pengendalian ekomoni. ”Mudah-mudahan sinergitas kita berjuang bersama di masing-masing lini akan menghasilkan kondonisi Indonesia maju di masa yang akan datang,” harapnya.
Salah satu program yang menyentuh langsung masyarakat dan mendapat aresiasi adalah program 10 ribu jaminan perlindungan sosial bagi petani dan buruh tani tembakau. Ketua Umum DPP SPN Djoko Heriyono berharap program sejenis bisa dicontoh oleh pemda yang lain.
Ia juga mengapresiasi Pemprov NTB yang berhasil menjaga ketahanan ekonomi NTB selama pandemi melalui program industrialisasi. Mengolah bahan mentah menjadi barang setengah jadi atau barang jadi yang dapat meningkatkan nilai jual barang menurutnya baik.
Nilai jual ebih tinggi akan memberikan pengaruh positif pada nilai beli, jadi petani juga lebih untung. Dengan tumbuhnya industrialisasi, maka peluang kesempatan kerja akan lebih tinggi. ”Walau pun industri pariwisata menurun, namun geliat industri-industri yang lain masih tetap berjalan, bahkan meningkat berkat program industrialisasi ini,” kata Djoko. (nur/r9)
Editor : Galih Mps