Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Amazing Pearl Dilirik Konsumen Luar Daerah

Galih Mps • Rabu, 5 April 2023 | 17:00 WIB
LARIS BANYAK DICARI: Owner Amazing Pearl Karina Sita Dewi menunjukkan hiasan mutiara Lombok dan tas tenun yang paling banyak dicari konsumennya di rumah produksi di Cakranegara, Mataram, Senin (3/4).(NURUL/LOMBOK POST)
LARIS BANYAK DICARI: Owner Amazing Pearl Karina Sita Dewi menunjukkan hiasan mutiara Lombok dan tas tenun yang paling banyak dicari konsumennya di rumah produksi di Cakranegara, Mataram, Senin (3/4).(NURUL/LOMBOK POST)

MATARAM-Peminat mutiara Lombok ternyata lebih banyak dari luar NTB. Hal itu dirasakan sendiri Amazing Pearl. ”Kalau konsumen kami hampir bisa dikatakan 70 persen luar NTB,” kata Owner Amazing Pearl Karina Sita Dewi pada Lombok Post, Senin (3/4).


Amazing Pearl umumnya mencari pasar memang kalangan menengah ke bawah. Itulah alasannya menyediakan harga relatif murah. ”Karena kami melihat semua orang ingin bisa tampil dengan perhiasan menawan namun harga terjangkau. Peluang pasar inilah yang kami sasar,” tambahnya.


Walau harga untuk set perhiasan mutiara yang ditawarkan cukup terjangkau, namun tidak sembarang mutiara juga digunakan. Bahkan konsumen mendapatkan sertifikat sebagai jaminan keaslian dari mutiara yang dibelinya. ”Semua produk kami bersertifikat,” jelasnya.


Strateginya adalah memperbanyak pelanggan dengan margin keuntungan yang tak terlalu besar. Selain menggunakan sistem penjualan daring, pihaknya juga sudah memiliki reseller se-Indonesia. Jumlah reseller-nya kini sudah lebih dari 200 orang. ”Banyak pasar saya di Pulau Jawa,” imbuhnya.


Dikatakan, bisnis ini sebenarnya sudah dilakukan sejak 2013 lalu namun tidak fokus dan sempat terhenti. Bisnis ini mulai kembali diseriusi semenjak Covid-19, dikarenakan usaha makanan ke sekolah-sekolah yang juga dijalani terhenti saat itu. ”Mulai 2020 itulah diseriusin dan mulai dari nol lagi dan Alhamdulillah laris,” terangnya.


Pandemi memang mengubah cara berbelanja masyarakat. Inilah yang dilihat merupakan peluang untuk memasarkan produk secara nasional walaupun dari Lombok. ”Kami lihat ini berkembang, mulai dari pegawai satu sekarang pegawai sudah sampai enam orang,” tuturnya.


Kini ada lagi permintaan baru terkait tas tenun. Lagi-lagi dia menyasar pasar kelas menengah ke bawah dengan harga terjangkau. ”Tas tenun juga banyak ditanyakan pasar kami belakangan ini,” imbuhnya.


Anis Asrory, owner lainnya mengatakan orderan yang datang harian mencapai 20-30 pesanan. Biasanya ini bisa melonjak saat awal pekan. ”Yang paling laris itu set gelang dan cincin,” jelasnya. (nur/r9)

Editor : Galih Mps
#Ekonomi Bisnis