Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Kilau Bisnis Mutiara Tak Pernah Redup

Galih Mps • Selasa, 11 April 2023 | 18:00 WIB
TUNGGU PELANGGAN: Mustofa,  karyawan Toko Citra Mutiara, Sekarbela, Kota Mataram menanti pembeli, (7/4). (CHIA/LOMBOK POST)
TUNGGU PELANGGAN: Mustofa, karyawan Toko Citra Mutiara, Sekarbela, Kota Mataram menanti pembeli, (7/4). (CHIA/LOMBOK POST)

MATARAM-Lombok menjadi salah satu daerah penghasil Mutiara terbesar di Indonesia. Bisnis Mutiara menjadi bisnis menjanjikan dengan minat pasar domestik dan global yang banyak. ”Kebanyakan pasar Mutiara ini orang-orang kelas atas,” kata Mustofa, salah satu karyawan toko Citra Mutiara.


Mutiara memiliki jenis yang menentukan harganya. Ada jenis mutiara air tawar yang cenderung harganya lebih murah kisaran Rp 35-200 ribuan. Kemudian jenis mutiara air laut dengan harga yang lebih mahal berkisar Rp 2 juta per gram. Harga juga dilihat dari kilau dan ukuran diameter mutiara. ”Lebih besar ukuran diameternya maka dihitungnya perbiji buka per gram. Lebih bagus kilaunya juga akan lebih mahal,” jelasnya.


Toko ini lebih banyak menerima reseller atau pengecer. Pengecer langganannya banyak berasal dari luar daerah seperti Jawa. Pengecer diberi harga lebih murah. Contoh perbiji mutiara harganya 150 ribu. Nanti reseller akan menjualnya lagi dengan harga 200 ribu.


Menurutnya, tren mutiara tahun ini masih terbilang normal. Bahkan saat Covid lalu pun tidak berpengaruh karena lebih banyak transaksi melalui online. Namun agak sedikit menurun dengan harga yang semakin naik. Ini karena sudah banyaknya pedagang mutiara yang lain seperti marketplace. Semua orang bisa berjualan asalkan memiliki barang dan keinginan.


Namun dengan begitu omzet yang diraup bisnis mutiara ini bisa mencapai Rp 200-300 juta per bulan. (cr-chi/r9)

Editor : Galih Mps
#mutiara