BISNIS kue kering (kuker) sangat menjanjikan pada momen jelang lebaran seperti saat ini. Inilah yang dirasakan Hasmiati, owner Kuker Shalia.
Kini kesibukannya memproduksi pesanan pelanggannya meningkat drastis. ”Kalau bulan biasa sebulan untuk kuker ini saya produksi 50 kilogram, kalau sekarang mau lebaran bisa 100 kilogram sebulan ini,” terangnya.
Artinya ada peningkatan hingga dua kali lipat. Dikatakan, kuker yang paling laris dan banyak dicari konsumen adalah jajan nastar.
Olehnya, nastar yang ditawarkan diolah berbeda dari jajan nastar pada umum. Dia mengklaim, kuker yang dibuatnya sangat memperhatikan pengolahan dan bahan. ”Nastar yang saya buat memiliki ciri khas berbeda dengan lainnya. Saya tidak masalah harga murah, asal konsumen saya banyak,” jelasnya.
Nastar ini setiap hari harus siap dibeli. Sebab ada beberapa konsumennya kerap tiba-tiba muncul membeli produknya tanpa memesan terlebih dulu.
Total, jenis produknya untuk kuker ini ada empat. Kesemuanya bisa bertahan hingga tiga bulan. ”Pemasaran kuker ini tidak hanya di Kabupaten Lombok Utara, tetapi juga sudah mau ke tiga toko kue yang ada di Kota Mataram. Sekarang lagi pengembangan pasar ke minimarket,” ujarnya perempuan asal KLU itu.
Bisnis kuker ini mulai dikembangkan sejak 2019. Sebelumnya, dia membuat kue basah sejak 2013. ”Kue basah ini adonan normal sebulan bisa sampai 50 kilogram,” tambahnya.
Kue basah kreasinya sudah memiliki langganan di pemerintahan dan hari besar keagamaan dan lainnya. Jenis kue basah yang ditawarkan bisa lebih dari 50 jenis. Selain itu, dia juga mengembangkan katering dan prasmanan. Ia menjalankan bisnis yang fokus pada makanan karena keturunan keluarga yang memang menjalankan bisnis kue. ”Awalnya dari satu pesanan COD dan lainnya, kini berkembang menjadi puluhan hingga ratusan kilogram adonan,” kata dia.
Bagaimana, anda tertarik memulai usaha yang berkaitan dengan makanan? Di momen Ramadan dan jelang lebaran ini, bisnis kue basah dan kue kering laik jadi pertimbangan. (nur/r9)
Editor : Galih Mps