MEMULAI usaha sejak Februari 2022, UMKM Zuppa Zeda pada hari normal bisa memproduksi ribuan box perbulan. ”Produk Zuppa Zeda yang banyak diminati adalah Zuppa Soup dan Ketan Duren Lumer,” kata Owner Zuppa Zeda Ega Ruly Purnama pada Lombok Post, Selasa (9/5).
Ia menceritakan, saat baru pindah ke Lombok dan memiliki keinginan menyantap Zuppa Soup. Tetapi saat itu tidak mengetahui tempat yang menjualnya. ”Karena anak saya saat itu juga lagi gerakan tutup mulut (GTM) atau susah makan,” terangnya.
Dia lalu mencoba membuat Zuppa Soup sendiri. Akhirnya buat setiap hari dan coba-coba diantar ke tetangga. Tak lama, muncul ide pre order. ”Saat itu anak sendiri anak jadi lahap makan. Alhamdulillah banyak peminatnya dan sampai sekarang bisa jualan,” tuturnya.
Pasaran produk dirinya se-Pulau Lombok, pernah ada orderan ke Surabaya, Jakarta, Bali. Namun ini masih terbatas via jastip (jasa titip). ”Sekarang sudah ada produksi enam jenis menu yang siap setiap hari,” imbuhnya.
Produk yang paling laris Zuppa soup original (gurih), macaroni, ketan duren lumer. Kunci usahanya, melihat peluang pasar yang belum ada di Lombok. ”Kita coba dulu tes pasar misal laris selama sebulan, maka kita tetapkan jadi menu tambahan tetap yang siap setiap harinya. Harga yang ditawarkan mulai Rp 14 ribuan,” tambahnya.
Dalam menjalankan bisnis pasti ada kendala. Salah satunya, belajar konsisten untuk manajemen digital marketing. ”Ini harus terus update tren-tren konten terbaru di sosmed, karena memang belum ada tim khusus saya sebagai content creator,” terangnya.
Sedangkan untuk kesulitan bahan baku, pernah dialami untuk bahan baku yang musiman semisal daging durian. Solusinya kerja sama dengan UKM pengolahan frozen daging durian untuk tetap mendapatkan supply.
Kesulitan bahan baku lain pernah dialami saat menjelang Ramadan dan lebaran. Beberapa bahan baku kosong toko kue di Lombok. Jadi harus order bahan baku dari Bali atau Jawa. ”Tempat kami produksi di BTN Lingkar Manunggal, Bajur dan lokasi jualan di parkir Indomaret Lingkar Selatan, Mataram,” kata dia. (nur/r9)
Editor : Galih Mps