MATARAM-Pemerintah bersama UD Rempah Organik melepas secara simbolis ekspor vanili kering ke Amerika Serikat di kantor Balai Karantina Pertanian Mataram, Kamis (1/6). Nilainya mencapai Rp 1,4 Miliar. ”Kita terus mendorong peningkatan produksi vanili ini, salah satunya dengan pendampingan petani tentang budi daya, penanganan pasca panen. NTB ini luas untuk penanaman vanili,” kata Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Mataram Arinaung.
Sejak tahun 2020, pihaknya tergabung dalam tim genjot ekspor. Di lapangan, koordinasi dan komunikasi terus dijalankan. ”Kami tidak ada sekat-sekat harus birokrasi, kapan saja komunikasi untuk memikirkan teman petani kami bisa lakukan,” tuturnya.
Sejumlah masalah yang disorot semisal dari kelembagaan petani, produksi, penanganan penyakit, pengolahan pasca panen, termasuk pasar. Itu semua sudah diidentifikasi. ”Menyelesaikan masalah ini kami duduk bersama,” terangnya.
Kualitas vanili NTB tergolong sangat bagus. Iklim di sini sangat kondusif dan menunjang perkembangan vanili tersebut. Walau pun demikian, produksi vanili masih rendah di NTB. Hasilnya tahun 2020 ekspor vanili kering 1,4 ton, tahun 2021 ekspor vanili kering meningkat menjadi 2,45 ton. Pada tahun 2022 meningkat lagi menjadi 3,5 ton. ”Tahun 2023 diperkirakan antara 7-8 ton vanili kering akan ekspor,” jelasnya.
Eksportir vanili Muhir mengatakan sangat selektif memilih negara tujuan ekspor. Dirinya ingin negara tujuan ekspor vanili ini tidak hanya melihat keuntungan semata, namun juga keberlanjutan dari petaninya. Ia mempertimbangkan kepedualian terhadap petani hingga lingkungan. Negara yang sangat berminat seperti Australia, Malaysia, Singapura, Turki, Jerman, Perancis. ”Amerika Serikat masih menjadi pilihan,” terangnya.
Kepala Deputi Bank Indonesia NTB Achmad Fauzi mengatakan Bank Indonesia melakukan pendampingan ke petani vanili. Mereka tersebar di Lombok Timur, Lombok Tengah, Lombok Barat, Lombok Utara, dan Pulau Sumbawa tepatnya Kabupaten Bima dekat Gunung Tambora. ”Sekarang ini kita akan intervensi dalam bentuk greenhouse untuk budidaya vanili,” imbuhnya.
Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah mengatakan, ekspor vanili kering ini menjadi bukti NTB ternyata bisa. Apalagi komoditas ini tidak ada di semua negara, dan sangat berpotensi dikembangkan di Indonesia. ”Ini merupakan satu komoditas yang sudah mendapatkan sertifikat kualitas. Ini memberikan semangat untuk semakin memperluas komoditas ini,” kata dia. (nur/r9)
Editor : Galih Mps