Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

PT Berkahi Gumiku Lestari Jual Maggot Sampai Jawa

Galih Mps • Rabu, 21 Juni 2023 | 19:00 WIB
PRODUK MAGGOT: Owner BGL Windu Fajar Arum menunjukkan salah satu produknya yang paling laris, kemarin (20/6).(NURUL/LOMBOK POST)
PRODUK MAGGOT: Owner BGL Windu Fajar Arum menunjukkan salah satu produknya yang paling laris, kemarin (20/6).(NURUL/LOMBOK POST)

MATARAM-PT Berkahi Gumiku Lestari atau BGL mengembangkan bisnis maggot hingga menjangkau Pulau Jawa. ”Pelanggan paling jauh dari luar provinsi NTB seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, dan DKI Jakarta,” kata Owner BGL Windu Fajar Arum pada Lombok Post, Selasa (20/6).


Maggot adalah larva lalat black soldier fly (BSF). Maggot ini mengandung nutrisi yang lengkap dan kualitas yang baik. Biasanya menjadi pakan alternatif untuk peliharaan ikan dan hewan ternak lainnya. ”Kami memulai usaha pada pertengahan tahun 2021. Dan sejak awal 2022 kami berdiri atas nama sendiri,” terangnya.


Ia pun menjelaskan kenapa sampai kepikiran memilih bisnis ini. Semua berawal dari pengelolaan sampah. Maggot ini sebagai sarana pereduksi yang optimal bagi sampah organik. ”Selain itu juga kami membantu pemusnahan produk makanan dan minuman expired dari distributor di Lombok,” ujarnya.


Dikatakan jenis yang ditawarkan berupa maggot kering (dried maggot) dan maggot basah (fresh maggot). Selain itu, juga memfasilitasi sektor masyarakat maupun pemerintahan yang berinisiatif untuk memulai pengelolaan sampahnya dengan maggot BSF. ”Jadi kami bantu sediakan bibit dan mendampingi mereka untuk tumbuh dalam budi daya BSF,” tambahnya.


Dalam sebulan dia bisa menghasilkan 300 kilogram maggot hidup (fresh maggot). Harga yang ditawarkan mulai dari Rp 6 ribu untuk maggot hidup, dan untuk maggot kering dengan brand UGOTIN start dari harga Rp 30-50 ribu perbungkus.


Farm produksi BSF  PT  Berkahi Gumiku Lestari ada di TPS 3R Desa Midang, Dusun Belencong Bagek, Kecamatan Gunung Sari, Lombok Barat. Kendala usaha selama ini kebutuhan pakan dan menjaring pelanggan di tengah banyaknya pembudi daya BSF. ”Sampah organik yang belum terpilah sebagai pakan utama maggot BSF menjadikan kami terkendala dalam pemenuhan bahan baku,” jelasnya.


Seorang pelanggan Rani mengatakan sudah melihat langsung pengolahannya. Maggot yang ditawarkan sesuai dengan keinginan dirinya. ”Maggotnya cocok sama yang dicari,” kata dia. (nur/r9)

Editor : Galih Mps
#UMKM #magot