Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

3R Crochet, Hobi Merajut Berujung Cuan

Galih Mps • Rabu, 12 Juli 2023 | 12:00 WIB
PAKAIAN: Owner 3R Crochet Titi Wirasti menunjukkan salah satu rajutan tangan berbentuk outer pada salah satu pameran, belum lama ini.(NURUL/LOMBOK POST)
PAKAIAN: Owner 3R Crochet Titi Wirasti menunjukkan salah satu rajutan tangan berbentuk outer pada salah satu pameran, belum lama ini.(NURUL/LOMBOK POST)

MATARAM-Owner 3R Crochet Titi Wirasti tak menyangka hobinya kini mampu membantu dirinya dalam mengumpulkan cuan. ”Rajut ini dari kecil saya hobi, tapi saya mulai usahakan pada pertengahan 2020 saat Pandemi Covid-19 merebak,” katanya pada Lombok Post, Selasa (11/7).


Usaha ini pun dijalankan dengan rutin karena kerjaan kantor kala itu berkurang banyak, sebab dibatasi berkegiatan di luar rumah. Saat itu dia mulai rutin dan terjun ke bisnis fesyen dan pernak pernik rajutan. ”Awalnya posting di medsos dan ternyata banyak minat, juga pelanggannya bertambah,” ujarnya.


Jika dikalkulasikan dalam sebulan pernak-pernik kecil seperti suvenir, gantungan kunci, dan lainnya bisa 100 biji yang diproduksi. Sedangkan untuk yang bermodel besar mengarah ke fesyenn bisa jadi satu dalam sehari. ”Harga yang kami tawarkan, suvenir kurang lebih Rp 25 ribu dengan produk yang paling mahal jenis outer seharga Rp 650 ribu,” tambahnya.


Kendala yang dirasakan dalam menjalankan bisnis ini kurangnya bahan baku. Seperti benang yang masih sangat terbatas. Sehingga masih banyak mendatangkan dari luar daerah. ”Benang katun, benang talimakram masih terbatas itu di sini. Kalau pun ada harga sudah pasti mahal,” imbuhnya.


Dalam mendorong produknya ia melakukan berbagai terobosan inovasi yang tidak hanya full rajutan. Dirinya berkolaborasi dengan pengrajin lainnya. ”Walaupun ada terobosan inovasi produk ini, saya tidak meninggalkan rajutan,” jelasnya.


Produknya hiasan dinding, pernak-pernik, aksesori, tas, baju, topi, dan sepatu. Dia juga tidak melepaskan kesan kedaerahan ini. ”Kalau dipermak bisa jadi unlimited dan tetap terlihat lokalnya,” jelasnya.


Seorang konsumen Lia mengatakan rajutan bayi yang dibelinya cukup bagus. Hasil rajutan juga rapi dan modelnya kekinian. ”Sudah beberapa beli produk untuk bayi,” imbuhnya.  (nur/r9)

Editor : Galih Mps
#UMKM