MATARAM-Sedikitnya 2.132 edukator akan dihasilkan dari rangkaian Trainning of Trainners (ToT) untuk menyebarkan pesan Cinta Bangga Paham (CBP) Rupiah. ”Bank Indonesia secara aktif mengedukasi masyarakat melalui program CBP Rupiah sebagai bentuk penguatan dan perluasan edukasi Rupiah yang tidak hanya terbatas pada keaslian Rupiah. Namun juga mencakup peran Rupiah sebagai simbol dan identitas bangsa serta fungsi Rupiah dalam perekonomian secara menyeluruh,” kata Deputi Kepala Perwakilan Kantor Bank Indonesia Provinsi NTB Akmaluddin Suangkupon di Islamic Center Mataram, Selasa (18/7).
Sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang No.7 Tahun 2011 Tentang Mata Uang bahwa Bank Indonesia berkewajiban memberikan informasi dan pengetahuan. Mengenai tanda keaslian uang Rupiah kepada masyarakat.
Salah satu program edukasi Rupiah yang dicanangkan adalah dalam bentuk ToT kepada guru/tenaga pengajar di tingkat SD hingga SMA sederajat. ”Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan perilaku positif dan meningkatkan kecintaan, kebanggaan, dan pemahaman Rupiah yang lebih baik di masyarakat dimulai dari lingkungan sekolah,” tambahnya.
Kegiatan ToT menyasar tiga segmen. Yakni segmen anak-anak untuk kelompok usia SD hingga SMA, segmen remaja melalui mahasiswa, dan segmen dewasa melalui guru di lingkungan sekolah.
ToT yang diselenggarakan di Islamic Centre NTB itu merupakan kick-off dari rangkaian roadshow edukasi CBP Rupiah yang akan diselenggarakan dalam rangkaian HUT Bank Indonesia ke 70. Juga terkait HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke 78.
Sebagai bentuk aktivitas tindak lanjut, edukator ini akan berkompetisi melalui berbagai bentuk kegiatan dan kreativitas yang dilaporkan kepada Bank Indonesia.
Cinta Rupiah memiliki makna mengenali ciri-ciri keaslian melalui unsur pengaman pada uang Rupiah. Juga kesadaran untuk merawat dan memperlakukan uang Rupiah dengan baik. Bangga Rupiah memiliki makna mengenali uang Rupiah sebagai simbol kedaulatan negara, kewajiban penggunaan Rupiah di seluruh wiayah NKRI. Juga mencerminkan keberagaman, keindahan dan semangat kepahlawanan yang harus diteladani. ”Sedangkan Paham Rupiah bermaksud menumbuhkan pemahaman untuk bijak menggunakan Rupiah dalam bertransaksi dan bangga dengan produk dalam negeri dan memahami uang Rupiah ini sebagai alat penyimpan nilai,” terangnya.
Seorang Guru Lia mengatakan program ini sangat menarik. Dia sepakat gerakan ini harus disebarluaskan. ”Harus berkelanjutan kegiatan seperti ini,” kata dia. (nur/r9)
Editor : Galih Mps