Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Menengok MRMP, Pabrik Beras Terbesar di NTB, Produksi Hingga 120 Ton Per Hari

Geumerie Ayu • Senin, 30 Oktober 2023 | 14:19 WIB
PENGEMASAN: Operation Manajer MRMP Sumbawa Ilman S memperlihatkan proses pengemasan beras ukuran 50 kilogram di pabrik MRMP Sumbawa, Sabtu (28/10).
PENGEMASAN: Operation Manajer MRMP Sumbawa Ilman S memperlihatkan proses pengemasan beras ukuran 50 kilogram di pabrik MRMP Sumbawa, Sabtu (28/10).

Lombok Tengah--MRMP milik Perum Bulog ini juga menjadi satu-satunya pabrik beras terbesar di Indonesia bagian Tengah dan Timur.

---------------------

Lokasinya di Unter Malang Desa Lape Kecamatan Lape, Kabupaten Sumbawa. Dibangun pada 2022 lalu, pabrik beras milik Bulog ini kini sudah beroperasi sejak Mei lalu.

Kehadiran Modern Rice Milling Plant (MRMP) Sumbawa ini mempercepat proses pengolahan gabah menjadi beras di NTB. Tentunya didukung oleh peralatan-peralatan yang canggih.

Pabrik MRMP Sumbawa ini memiliki empat unit dryer (pengering,Red). Masing-masing unit memiliki kapasitas produksi sebesar 30 ton. Artinya, mesin ini bisa mengeringkan padi sebanyak 120 ton padi per hari.

“Untuk produksi itu maksimal 120 ton gabahnya per hari,” ujar Pimwil Bulog NTB David Susanto melalui Operation Manager MRMP Sumbawa Ilman S, Sabtu (28/10).

Dijelaskannya, alur produksi dimulai dari hasil panen gabah petani yang ditimbang dan ditampung dalam silo. MRMP Sumbawa ini memiliki tiga unit silo dengan kapasitas 2.000 ton.

Setelah itu, gabah akan dikeringkan dalam empat unit mesin dryer.  Proses pengeringan ini dilakukan selama 10 hingga 15 jam per hari. Tergantung kadar air dari gabah kering panen (GKP).

Semakin kecil kadar air, maka akan semakin cepat pengeringan berlangsung. Sementara jika dilakukan dengan pengeringan manual atau menggunakan cahaya matahari, bisa memakan waktu hingga dua hari lamanya.

“Kadar airnya itu rata-rata berada di angka 28, jadi itu tinggi karena idealnya harus 25 persen,” jelasnya.

Setelah proses pengeringan, gabah kemudian dimasukkan dalam rice milling unit (RMU). Dalam RMU tersebut, berlangsung proses pecah kulit gabah, pemisahan kerikil (destoner,Red), hingga polishing di mesin polisher, kemudian menjadi beras.

“Beras yang dihasilkan disesuaikan dengan permintaan, premium dan medium,” sambungnya.

MRMP memiliki teknologi color sorter. Yakni memisahkan tiap bulir padi yang berwarna hitan dan kuning. Teknologi ini menjadi unggulan yang membuat pabrik Bulog ini menghasilkan beras berkualitas.

Setelah disortir, beras yang dihasilkan kemudian dikemas dengan berbagai ukuran. Mulai dari ukuran 5 kilogram hingga 50 kilogram. MRMP Sumbawa ini juga menyediakan fasilitas kemasan vakum.

Pabrik MRMP Sumbawa ini juga bisa menghasilkan beras tanpa menir atau patahan beras. Hal ini disesuaikan dengan permintaan dari konsumen. Apakah dibuat patahan 15 persen atau 10 persen.

"Beras kemasan yang dihasilkan selanjutnya akan didistribusikan ke Sumbawa dan Mataram," bebernya.

Untuk saat ini, kata Ilman MRMP Sumbawa tengah memproses sekitar 3.000 ton GKP. Ini merupakan sisa stok yang ada sebelumnya dan sedang proses giling.

Per harinya, MRMP Sumbawa menggiling 50 ton GKP yang bisa menghasilkan 30 ton beras. Jenis beras yang dihasilkan tergantung keinginan konsumen, antara medium dan premium.

“Sekarang ini kita buat medium karena permintaan pasar itu banyak di medium,” terangnya.

Sementara untuk serapan gabah, MRMP menyerap dari sejumlah titik saat ini. Di antaranya Sumbawa, Dompu, dan Taliwang di KSB.

Ditambahkan Ilman, pabrik MRMP Bulog ini ada 10 unit dengan kapasitas sama di Indonesia. Delapan di antaranya berada di Pulau Jawa, satu di Lampung dan satu di NTB.

“Bisa dikatakan, MRMP Sumbawa ini yang terbesar di NTB,” tandasnya. (Ferial Ayu/*)

 

Editor : Kimda Farida
#bulog #MRMP #Sumbawa #pabrik beras