LombokPost-NTB Mall melakukan ekspor sejumlah produk olahan pangan UMKM ke Selandia Baru. Produk-produk UMKM NTB ini akan dipasarkan di supermarket yang ada di negara tersebut.
Direktur NTB Mall Indah Purwanti Ningsih mengatakan, pihaknya bekerja sama dengan CV Triguna Jaya dan Xcelerate Indonesia. CV Triguna Jaya ini merupakan pihak ketiga yang memasok produk Indonesia untuk dimasukkan ke pasar Selandia baru.
”Karena ibu pemilik perusahaan ini stay di sana,” ujarnya pada Lombok Post, Senin (30/10).
Lebih lanjut dikatakannya, CV Triguna Jaya ini sudah bertahun-tahun mengumpulkan produk Indonesia. Terutama olahan makanan untuk dipasarkan di supermarket Selandia Baru.
Perusahaan ini kemudian tertarik dengan NTB Mall. Setelah melihat semua produk di sana, mereka memilih beberapa item produk yang cocok dipasarkan di Selandia Baru.
Beberapa produk UMKM yang di ekspor di antaranya produk serbat jahe milik LBS Mandiri Lombok Barat. Produk dodol nangka milik UMKM Az Zahro Lombok Barat. Produk sambal ayam Taliwang milik UMKM Beca Bero Mataram. Produk kemiri dan mete milik Koperasi Gumi Utara Sejati Lombok Utara.
”NTB Mall menjadi aggregator yang memfasilitasi, pembayaran ke UKM langsung NTB Mall, dan yang berakad adalah CV Triguna Jaya dan NTB Mall,” bebernya.
Menurut Indah, pengiriman kali ini menjadi tahap awal ekspor CV Triguna Jaya dengan produk NTB. Dirinya berharap ini bisa menjadi jembatan awal seklaigus omset yang bagus di pasar Selandia Baru.
”Kalau bagus nanti, produk yang lainnya juga bisa kita buka (pengiriman, Red) di Selandia Baru,” jelasnya.
Berbicara soal ekspor, NTB Mall telah melakukan pengiriman ke Timur Tengah senilai Rp 1,7 miliar pada 2021 lalu. Pada tahun ini, NTB Mall juga telah membuka store di Malaysia. Bahkan, Dinas Perdagangan NTB, melalui Bidang Perdagangan Luar Negeri tengah menjajaki komunikasi lain di luar Indonesia.
”NTB Mall ini ingin membawa UMKM secara global, jadi pelan-pelan kita sambil memulihkan ekonomi global,” terang Ketua Lombok Womanpreneur Club ini.
Indah juga berharap, ke depannya NTB Mall bisa membuka peluang ekspor lebih banyak bagi UMKM. Tentunya disesuaikan dengan market negara tujuan masing-masing.
Untuk merambah pasar global, UMKM NTB diminta melakukan berbagai langkah strategis. Di antaranya, menjaga kualitas produk karena akan bersaing dengan produk luar negeri.
Selain kualitas, harga produk juga perlu diperhatikan. UMKM pengekspor harus bisa memberikan harga terbaiknya. Sebab ketika berbicara ekspor, tentu ada potensi kenaikan harga produk nantinya.
”Jika produknya sudah bagus dan harga terjangkau, itu bisa bersaing kita. Jangankan produk luar negeri, kita juga harus bisa bersaing sesama daerah,” jelas perempuan berhijab ini.
Untuk bisa bersaing, produk UMKM NTB tentunya juga harus memiliki keunikan atau ciri khas. Hal ini juga turut menjadi kata kunci ketika UMKM ingin masuk pasar global.
Terkait kendala, Indah mengaku itu kerap terjadi pada segi kesanggupan UMKM melayani permintaan skala besar. Ketika sudah siap ekspor, maka UMKM harus siap memproduksi produk skala besar.
Contohnya seperti pada saat ekspor kerajinan senilai Rp 1,7 miliar 2021 lalu. Saat itu terjadi kendala kurangnya tenaga dan produksi. Hal ini diakui Indah menjadi pekerjaan rumah bersama. Tidak hanya pemerintah daerah, tapi juga UMKM bersangkutan.
”Makanya harus ada tim kurasi yang menilai itu,” ucapnya. (fer/r9)
Editor : Kimda Farida