Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Benarkah Stok Pangan di NTB Aman? Pemerintah Sidak Harga di Pasar Mandalika

Galih Mega Putra S • Kamis, 2 November 2023 | 11:25 WIB
SIDAK PANGAN: Pj Gubernur NTB H Lalu Gita Ariadi bersama rombongan melakukan sidak harga dan stok pangan di Pasar Mandalika, Rabu (1/11).(FERIAL/LOMBOK POST)
SIDAK PANGAN: Pj Gubernur NTB H Lalu Gita Ariadi bersama rombongan melakukan sidak harga dan stok pangan di Pasar Mandalika, Rabu (1/11).(FERIAL/LOMBOK POST)

LombokPost-Sejumlah komoditas pangan mengalami kenaikan harga. Memastikan ketersediaan pangan masyarakat aman dan tidak ada gejolak harga, Pj Gubernur HL Gita Ariadi bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) NTB melakukan sidak di Pasar Mandalika, Rabu (1/11).

”Kami melakukan ini sesuai perintah pak presiden saat mengundang semua Pj gubernur, bagaimana melakukan pengendalian inflasi untuk memastikan ketersediaan bahan pokok masyarakat,” terang Gita Ariadi, usai sidak.

Dalam sidak tersebut, dirinya bersama TPID dan Bulog NTB melakukan pengecekan stok dan harga sejumlah komoditas. Di antaranya beras, cabai,  bawang merah, bawang putih hingga ikan. ”Harga terpantau masih normal meski ada yang bergerak naik sedikit,” klaimnya.

Pria yang akrab disapa Miq Gita ini memastikan stok komoditas kebutuhan masyarakat masih tersedia. Sejumlah toko-toko di Pasar Mandalika menjual beras Bulog Rp 10.900 per kilogram atau Rp 52 ribu-Rp 53 ribu per kemasan lima kilogram. ”Kualitas beras Bulog kita ini bagus,” sambungnya.

Terkait beras, dirinya memastikan stoknya aman. Sedangkan untuk cabai, stok dari petani di Lombok Timur dan Lombok tengah masih tersedia. ”Bahkan kemarin saya sudah melakukan panen (padi, Red) 90 hektare di Tanaq Beak dan kawasan-kawasan lain di Narmada dan Lingsar, dalam setahun bisa empat kali panen,” tandasnya.

Pimwil Bulog NTB David Susanto mengatakan, beras SPHP sudah disalurkan sebanyak 17 ribu ton hingga saat ini. Sedangkan untuk stok sekarang, masih ada sebanyak 19 ribu ton. ”Beras ini untuk program SPHP dan lainnya, kemungkinan stok kita masih cukup sampai Februari 2024,” jelasnya.

”Nanti juga bakalan banyak yang panen,” imbuhnya.

Dijelaskan David, setiap ada lonjakan harga, Bulog akan langsung melakukan intervensi melalui operasi pasar. Harga beras Bulog lebih murah dibandingkan beras komersial lainnya dengan kualitas yang bagus. Harganya pun sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET). ”Silakan beli di toko yang emmang disiapkan oleh Bulog,” sambungnya.

”Berdasarkan pengakuan pedagang tadi, banyak yang sudah merasakan beras ini,” beber David.

Lebih lanjut dikatakannya, Bulog memasok beras SPHP ke pasar dua kali sepekan. Di Pasar Mandalika, ada 17 titik yang digelontorkan beras SPHP. ”Kita masukkan tiap hari Senin dan Kamis,” pungkasnya. (fer/r9)

Editor : Rury Anjas Andita
#beras mahal #Pasar Murah #Pj Gubernur NTB