LombokPost-Terobosan kuliner yang dilakukan UMKM Kreatif Tamara Mete cukup mencuri perhatian. Tidak hanya menyajikan cemilan yang lezat dan menggugah selera, tapi juga menyehatkan.
Di bawah pendamping Yayasan Baitul Maal (YBM PLN) Wendi Gustira, telah mengubah pandangan pelaku usaha terhadap potensi biji jambu mete. Tidak hanya melibatkan kreativitas dalam memproduksi, tetapi juga memberikan pandangan ilmiah dari segi kandungan di dalamnya.
Ketua UMKM Tamara Mete Hayadi mengatakan, mete merupakan salah satu komoditas unggulan di Lombok Utara. Pihaknya memproduksi biji jambu mete menjadi produk olahan sejak 2020 lalu. Saat itu, belum didampingi oleh YBM PLN.
Produk olahan UMKM ini kembali eksis pada 2022 karena didampingi YBM PLN. Dari pendampingan tersebut, pihaknya menghasilkan turunan produk lainnya. Di antaranya seperti mete varian rasa hingga kukis mete.
”Produk Tamara Mete bahkan sempat dipesan Kemeparekraf sebanyak 32 kilogram, 175 pcs kemasan kecil dan 50 pcs kemasan besar,” beber pria yang juga kepala Dusun Gol Desa Medana Kecamatan Tanjung ini.
Hayadi menuturkan, UMKM Tamara Mete sangat memperhatikan kualitas produknya. Mereka tidak asal memilih biji mete yang akan digunakan sebagai bahan baku. Namun ada proses kreatif yang cermat dan bijaksana meski dengan alat tradisional manual.
”Kami memulai dengan memilih biji jambu mete berkualitas tinggi. Kami ingin menciptakan camilan yang tidak hanya enak, tetapi juga unik dalam setiap gigitannya. Itu dimulai dari bahan baku yang berkualitas,” terangnya.
Proses produksinya diakui Hayadi menggunakan mesin roasting yang diputar. Kemudian diberikan api kompor di bawahnya. Hal ini dilakukan agar biji mete memiliki tingkat kematangan yang merata. ”Matangnya lebih merata dibandingkan dengan mesin kompor listrik,” katanya.
Lebih lanjut dijelaskan, biji mete ini mengandung banyak vitamin, mineral, dan serat yang bermanfaat bagi tubuh. Dengan cara pengolahan yang tepat, UMKM Tamara Mete berhasil menghadirkan camilan yang tidak hanya lezat, tapi juga memberikan nilai tambah bagi kesehatan konsumen.
Tak hanya itu, UMKM Tamara Mete ini juga membantu meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar. Khususnya para ibu rumah tangga yang ikut dilibatkan dalam produksi produk olahan. Bahkan pihaknya membeli biji mete ini langsung dari warga.
”Karena salah satu tujuan kami untuk memberikan pekerjaan serta memberi upah setiap kerja. Bahkan kami membeli Mete pun dari masyarakat sendiri, 1 kilogram dibeli seharga Rp 15-16 ribu,” tandasnya.
Pendamping dari Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN Wendi Gustira mengatakan, YBM PLN membantu masyarakat dengan program yang dikhususkan untuk mustahik atau penerima zakat. Seperti fakir, miskin, amil, mualaf, riqob, gharimin, fisabilillah dan ibnusabil serta sasaran luas untuk masyarakat setempat.
”Adanya UMKM ini kami berharap bisa membantu perekonomian Ibu-ibu rumah tangga,” ujarnya.
Tugasnya melakukan pendampingin untuk kelompok atau umum. Sasarannya yaitu Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) ini yang dibina dari segi modal dan pemasaran. ”Di Dusun Gol sendiri khusus produk Tamara Mete sudah mendapatkan pesanan dari Kemenparekraf 32 kilogram kacang mete yang sudah dikemas,” bebernya.
Ditambahkannya, produk UMKM Tamara Mete ini sudah tersebar di beberapa distributor toko oleh-oleh Lombok Utara, mal di Lombok, dan bazar-bazar. ”Produknya sudah masuk di bazar The Obroi Hotel Medana dan pemasaran sudah dilakukan di sosial media dan Bumdes,” pungkasnya. (fer/r9)
Editor : Kimda Farida