LombokPost-Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) NTB melirik potensi pondok pesantren (Ponpes) menjadi produsen produk UMKM.
Di NTB ada banyak ponpes yang tersebar di 10 kabupaten/kota.
”Kita punya koperasi pesantren, itu nanti yang kami akan dorong,” ujar Ketua Dekranasda NTB Hj Lale Prayatni Gita Ariadi.
Dirinya mencontohkan seperti Ponpes di Jawa Barat yang belum lama ini melakukan business matching dengan NTB Mall.
Sejumlah produk yang masuk ke NTB Mall tersebut merupakan karya dari sejumlah pesantren di daerah tersebut.
”Memang pesantren kita tidak seperti pesantren di Jawa Barat, karena pesantren kita masih pesantren tradisional. Tapi ini potensi yang cukup bagus,” sambungnya.
Lale melanjutkan, ke depan Dekranasda NTB akan membuatkan program untuk menyambut potensi itu. Misalnya program Dekranasda Goes to Pesantren.
Melalui ini nantinya, pihaknya akan mencari ponpes yang representatif. Mengajak para santrinya agar bisa memproduksi produk lokal yang bisa dibisniskan.
”Kenapa ponpes di Jawa barat bisa membuat ini? Ini untuk menjawab apa yang harus dilakukan di NTB,” tandasnya.
Kepala Dinas Perdagangan NTB Baiq Nelly Yuniarti mengatakan, business matching Jawa Barat dengan NTB Mall memberikan pihaknya inspirasi. Yakni, pemerintah daerah yang bekerja sama dengan ponpes menghasilkan sebuah produk bisnis.
Di NTB ada banyak ponpes yang dinilai bisa melakukan hal serupa. Itu menjadi tantangan NTB ke depan, bagaimana ponpes bisa menghasilkan kreativitas seperti di Jawa Barat.
”Makanya di Jawa Barat mereka membina pondok pesantren yang bisa menghasilkan produk,” pungkasnya. (fer/r9)
Editor : Marthadi