Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Khusus Wisman Kapal Cepat Asal Bali, Tiket Masuk Gili Tramena Akan Naik Dua Kali Lipat

Galih Mega Putra S • Senin, 8 Januari 2024 | 12:25 WIB
NAIK HARGA: Salah satu kapal cepat asal Bali menurunkan penumpang di Bangsal, KLU, beberapa waktu lalu. (DOK/LOMBOK POST)
NAIK HARGA: Salah satu kapal cepat asal Bali menurunkan penumpang di Bangsal, KLU, beberapa waktu lalu. (DOK/LOMBOK POST)

LombokPost-Harga tiket masuk kawasan wisata Gili Tramena (Trawangan, Meno dan Air) bagi wisatawan mancanegara (Wisman) yang menggunakan kapal cepat segera naik. Dari semula Rp 10 ribu per orang menjadi Rp 20 ribu.

Tarif sekarang dinilai sudah tidak relevan. Sehingga diperlukan penyesuaian untuk menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Hal ini dikatakan Kepala Dinas Pariwisata Lombok Utara Denda Dewi Tresni Budi Astuti. ”Setelah penandatanganan MoU dengan Akacindo di akhir Oktober kemarin (2023, Red) memang kami sudah menerapkan penarikan restribusi masuk kawasan wisata, khususnya tiga gili,” jelas Dewi.

Dijelaskan, pihaknya tengah mencari konsep yang pas untuk penarikan retribusi ini. ”Jadi problemnya hanya pada persoalan penarikan retribusi,” sambungnya.

Di tiap kapal cepat dari Bali ke Gili Tramena, umumnya memiliki sistem penarikannya sendiri. MoU dengan pemerintah daerah dinilai sebagai hal yang baru bagi pengusaha kapal swasta. Sebab itu dalam perjanjian kerja sama, ada poin menyatakan tujuh hari sudah harus melakukan penyetoran. ”Juga ada manifest di dalamnya, itu yang sedang mereka menyesuaikannya,” kata perempuan berhijab ini.

Mantan Kepala DPMPTSPTK ini mengatakan, pihaknya sudah bertemu dengan Akacindo. Manifest ini nantinya akan dimasukkan dalam penjualan tiket dengan target penarikan sudah jalan per November 2023 lalu. ”Namun untuk Eka Jaya memang kemarin kami ada beberapa pembahasan. Karena memang Eka Jaya ini besar dan jumlah penumpangnya banyak,” bebernya.

Ditambahkan Dewi, kenaikan tarif tiket masuk Rp 20 ribu ini masih berupa rencana. Meski begitu, bukan tidak mungkin direalisasikan, untuk mencapai PAD Rp 10 miliar tahun ini.

”KKB juga sudah kita komunikasikan, mereka juga menginginkan segera kerja sama ini, untuk membantu pemerintah,” tandasnya. (fer/r9)

Editor : Kimda Farida
#wisatawan #Gili #Kapal cepat