Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Ikut IFW, Dekranasda NTB Tekankan Penggunaan Motif Khas NTB

Galih Mega Putra S • Selasa, 9 Januari 2024 | 13:00 WIB
DISKUSI IFW: bersama Pj Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) NTB Hj Lale Prayatni Gita Ariadi (kanan) berdiskusi dengan BPD Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia. (IST/LOMBOK POST)
DISKUSI IFW: bersama Pj Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) NTB Hj Lale Prayatni Gita Ariadi (kanan) berdiskusi dengan BPD Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia. (IST/LOMBOK POST)

LombokPost-Provinsi NTB bakal ikut dalam kegiatan Indonesia Fashion Week (IWF) di Jakarta Convention Center (JCC), 27-31 Maret mendatang.

Untuk mematangkan persiapan, BPD Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) NTB melakukan diskusi bersama Pj Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) NTB Hj Lale Prayatni Gita Ariadi, Senin (8/1).

Dalam pertemuan tersebut, perempuan yang akrab disapa Bunda Lale ini menekankan penggunaan motif khas NTB sebagai identitas fesyen. Bahan busana fesyen yang digunakan bisa berupa tenun dari berbagai daerah di NTB. Seperti tenun Sukarara, Pringgasela, Sumbawa, hingga Bima.

Penggunaan motif asli NTB, kata Bunda Lale harus digaungkan meski belum begitu dikenal. Sebab dalam motif tersebut terkandung kisah atau sejarah yang akan membuatnya tenun itu menarik dan unik. ”Sekarang dalam memilih motif yang akan digunakan, harus cermat.  Meski tidak terkenal namun di dalamnya terdapat histori, dan di sanalah letak kekhasan dan uniknya motif tenun asli NTB,” jelasnya.

Ditambahkannya, meski pelaksanaan IWF masih beberapa bulan lagi, namun koordinasi harus terus dilakukan. Perlu dilakukan padu-padan warna dan lainnya untuk digunakan pada saat IFW nantinya. Sehingga sebelum kain diproduksi, ada review kain agar busana yang ditampilkan memiliki khas NTB. ”Sekarang kita harus lebih detail lagi dalam pewarnaan, menggunakan pewarna alam. Warna indigo yang sudah disepakati didiskusikan indigo cocoknya dengan warna apa,” terangnya.

Lale berharap pelaksanaan IFW banyak penampilan khas karya desainer NTB. Dihasilkan dengan kerja sama, kolaborasi dan saling merangkul satu sama lain.

Ketua APPMI NTB Hj Viviana mengatakan, event IFW menjadi tempat untuk membranding wastra Indonesia khususnya NTB. Hal itu tentu bisa memberikan manfaat bagi seluruh desainer NTB.

Dirinya juga berharap semua Dekranasda kabupaten/kota turut serta dalam IFW. Hal itu mengingat IFW menjadi wadah tempat belajar standar nasional dan International dalam mode fesyen. ”Saya berharap yang turut serta bukan hanya Dekranasda Provinsi mengingat IFW ini menjadi wadah tempat belajar standar fesyen nasional dan international,” pungkasnya. (fer/r9)

Editor : Kimda Farida
#UMKM #iwf #fashion