Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Penyertaan Modal Bumdesma Tanjung Diperkirakan Berkurang, ini Penyebabnya

Galih Mega Putra S • Kamis, 11 Januari 2024 | 09:25 WIB
Budiawan. (FERIAL/LOMBOK POST)
Budiawan. (FERIAL/LOMBOK POST)

LombokPost-Penyertaan modal Badan Usaha Milik Desa Bersama (Bumdesma) Tanjung Sejahtera diperkirakan akan berkurang pada tahun ini. Hal tersebut lantaran sejumlah desa mengalami penurunan Dana Desa (DD). ”Penyertaan modal ini kan berasal dari Dana Desa,” ujar salah satu Dewan Pengawas Bumdesma Tanjung Sejahtera, Budiawan, Rabu(10/1).

Dikatakannya, Bumdesma Tanjung Sejahtera ini diberikan penyertaan modal sebesar Rp 20 juta per desa. Produk usaha yang dikembangkan di antaranya berupa air minum dalam kemasan (AMDK), pengadaan obat-obatan pertanian, beras, hingga sabun cair cuci piring. ”Sabun cair cuci piring ini dikerjasamakan dengan salah satu UMKM di Lombok Utara,” sambungnya.

Bumdesma Tanjung Sejahtera ini terbentuk sejak awal 2023 lalu. Namun sebenarnya embrionya ini sudah ada sejak zaman PNPM yang diubah namanya menjadi Bumdesma. ”Karena ada UU Baru PP Nomor 11  tahun 2001, itu yang mengubah nama kelembagaannya, tidak lagi UPKBKAD, tetapi menjadi Bumdesma seluruh Indonesia,” bebernya.

Memasuki 2024 ini, akan dilakukan evaluasi perjalanan usaha Bumdesma pada Maret mendatang. Laporan pertanggung jawabannya akan disampaikan melalui musyawarah desa di tingkat kecamatan. ”Seperti apa pendapatan dan pengeluarannya itu akan dilaporkan Maret nanti,” kata kepala Desa Tanjung ini.

Meski belum ada laporan mengenai siklus keuangan Bumdesma, namun menurut Budiawan, secara kasat mata seluruh unit bisnis yang dijalankan berjalan dengan baik. ”Unit usaha kita juga paling banyak di Lombok Utara ini,” ucapnya.

Melihat perkembangannya yang bagus, seharusnya penyertaan modal di 2024 ini bisa meningkat. Hanya saja, sejumlah desa yang ikut penyertaan modal dalam kondisi kurang baik. Mereka terkendala dengan alokasi DD yang berkurang. Sedangkan di satu sisi penyertaan modal ini berasal dari DD. ”Ada beberapa desa di Kecamatan Tanjung mengalami penurunan angka DD yang didapat dari pusat, dan paling kecil itu Desa Jenggala hanya Rp 800 juta,Desa Teniga dan Desa tanjung Rp 900 juta,” bebernya.

”Makanya mungkin nanti untuk penyataan modalnya agak seret di tahun ini. Karena kita juga ada penyataan modal ke Bumdes sendiri, tapi nanti kita lihat perkembangannya,” tandas Budiawan. (fer/r9)

Editor : Rury Anjas Andita
#BUMDes #Tanjung #KLU