Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Ratusan Nasabah di NTB Ikut Akad Massal KPR BTN Syariah

Galih Mega Putra S • Senin, 22 Januari 2024 | 15:35 WIB
AKAD AKBAR: Perwakilan Bank BTN Syariah bersama pengembang dan calon nasabah secara simbolis pada kegiatan Akad Massal Akbar di Islamic Center Mataram, Sabtu (20/1).(NURUL/LOMBOK POST)
AKAD AKBAR: Perwakilan Bank BTN Syariah bersama pengembang dan calon nasabah secara simbolis pada kegiatan Akad Massal Akbar di Islamic Center Mataram, Sabtu (20/1).(NURUL/LOMBOK POST)

LombokPost-Ratusan nasabah perumahan NTB mengikuti akad massal KPR BTN Syariah Mataram di Islamic Center Mataram, Sabtu (20/1).

”Dari yang terdaftar 790 nasabah, yang dapat diakadkan sekurangnya 300 nasabah yang telah diseleksi baik dari sisi kesiapan konsumen dan kehandalan agunan dengan akad KPR FLPP dan KPR platinum,” kata Branch Manager BTN Syariah Mataram Eko Santoso.

Menurutnya program akad massal ini dilakukan pada awal tahun untuk membangun semangat. Termasuk terhadap seluruh stakeholder perumahan NTB dalam menyerap kuota subsidi sebanyak-banyaknya lebih dini. Apalagi kuota tahun 2024 relatif lebih terbatas daripada tahun 2023.

”Diharapkan realisasi penyerapan untuk developer NTB minimal sama atau terjadi kenaikan 15 persen dari tahun lalu. Harapannya bisa merebut kuota nasional yang 166 ribu rumah subsidi,” imbuhnya.

Bahkan sejak November 2023 telah dibangun komunikasi yang progresif dengan pengembang untuk menyamakan misi dan gerak langkah. Agar seluruh mitra Bank BTN Syariah menjadi yang terdepan dan terbanyak menyerap kuota yang tersedia.

Pihaknya tidak ingin pengembang NTB terlambat dan kalah saing dengan pengembang di daerah lain. Animo developer terkait kegiatan ini cukup banyak, tetapi dibatasi dengan seleksi khusus menurut kriteria tertentu agar kelayakan kualitas dapat dipertahankan dengan kuantitas yang semakin banyak.

”Kami juga beri batasan terkait peserta akad agar yang ikut benar-benar qualified dan rumah terjaga serta secara aspek legal aman,” jelasnya.

Mitra developer yang ikut, perumahannya tersebar di seluruh kota dan kabupaten NTB. Target BTN Syariah Cabang Mataram tahun 2024 meningkat dibandingkan tahun lalu.

”Target KPR rumah subsidi Rp 174 miliar dengan harga per Januari Rp 185 juta,” imbuhnya.

Sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam mendorong kepemilikan rumah, telah ditambahkan pula fasilitas bantuan biaya administrasi sebesar Rp 4 juta bagi masyarakat yang akad KPR Subsidi tahun 2024 ini. Fasilitas ini melengkapi fasilitas yang telah ada sebelumnya berupa fasilitas SBUM sebesar Rp 4 juta.

”Jadi total bantuan yang didapatkan dari pemerintah sebesar Rp 8 juta. Ini sangat membantu masyarakat yang memiliki kesulitan dalam menyiapkan dana persiapan akad KPR,” tuturnya.

Dia berharap developer NTB ada perubahan mindset kejar target realisasi rumah lebih banyak di awal tahun. Seluruh mitra mempercepat pemberkasan KPR dan proyek perumahannya.

Sehingga target yang dicapai tahun ini bisa diselsaikan pada semester satu atau terserap minimal 80 persen pada enam bulan pertama dengan besaran 300 unit. Yang tidak kalah pentingnya adalah memilih bank yang tepat, dalam hal ini Bank BTN Syariah Mataram telah terbukti dapat mengakselerasi percepatan proses KPR dan penyelesaian proyek perumahan.

Pihaknya berharap serapan NTB tidak turun. Walau pun kuota secara nasional terbatas.

”Kami BTN Syariah siap menjamin percepatan kelayakan konsumen dengan sistem one day to same day approval. Developer yang berkas KPR nasabahnya telah siap bisa dapat jaminan pasti dalam waktu kurang lebih satu hari antara layak dan tidak layak  mendapatkan fasilitas perbankan,” imbuhnya.

Kinerja sepanjang tahun 2023, BTN Syariah Mataram aset tumbuh yoy 45,6 persen ini melampaui rata-rata industri. Laba tumbuh yoy 95,89 persen jadi hampir dua kali lipatnya laba tahun sebelumnya. Posisi pembiayaan tumbuh yoy 47,6 persen dan dana pihak ketiga (DPK) tumbuh yoy 35,29 persen.

Alhamdulillah year on year tumbuh di atas 40 persen untuk seluruh kinerja kami, Sehingga dapat menopang kinerja bisnis yang lebih andal. Kami berharap paling lambat BTN Syariah Cabang Mataram tahun 2025, bisa capai aset minimal Rp 1 triliun dengan rata-rata pertumbuhan Rp 250-300 miliar pertahun,” jelasnya.

Kepala Divisi Syariah Bank BTN Abdul Firman berusaha mendorong bisnis KPR ini karena melihat besarnya peluang tersebut. Sebab selama ini BTN memang dominan fokus pada pembiayaan perumahan. ”Bisnis perumahan akan terus ada selama rumah tersebut dibutuhkan,” terangnya.

Sekretaris DPD REI NTB Indra Setiadi sangat mengapresiasi gerak cepat Bank BTN Syariah Mataram, Sehingga membantu developer NTB dengan segera menyerap kuota rumah subsidi yang mulai terbatas secara nasional. ”Semoga ini bisa dicontoh bank lainnya,” tutur dia. (nur/r9/*)

Editor : Kimda Farida
#akad massal #perumahan #bank btn