LombokPost-Maskapai Garuda Indonesia melihat adanya potensi penambahan frekuensi penerbangan ke Lombok. Hal itu lantaran Lombok merupakan kawasan prioritas setelah Bali. Terlebih dengan adanya Sirkuit MotoGP Mandalika.
”Untuk potensi penerbangan ke Lombok kita tetap melihat terus kebutuhannya seperti apa, sekarang ini kan dua kali penerbangan,” ujar Direktur Layanan dan Niaga Garuda Indonesia Ade R Susardi.
Dikatakannya, peningkatan frekuensi penerbangan di Lombok sangat memungkinkan. Terlebih, kondisi Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (Bizam) saat ini sudah lebih baik dibandingkan sebelumnya.
”Memang di sini secara bandara mumpuni di Lombok, jadi cukup,” sambungnya.
Di samping itu, NTB memiliki banyak destinasi wisata. Hal ini sesuai dengan visi Garuda Indonesia yang mendorong dan melakukan kampanye-kampanye destinasi wisata di seluruh Indonesia.
”Pas momen Mandalika kemarin itu, kita sekitar 26 kali (penerbangan, Red),” sambungnya.
Pada Momen MotoGP Mandalika 2023 lalu, Garuda Indonesia telah menyiapkan armada sesuai kebutuhan. Saat ini, Garuda Indonesia sudah menggunakan pesawat berbadan lebih besar.
”Bukan cuma kapasitas 160-an, tapi sekarang kita juga terbangkan sampai kapasitas 300 penumpang,” beber Ade.
”Pemberangkatan haji Lombok kemarin, kita pakai pesawat yang memuat 390 orang,” imbuhnya.
Penambahan frekuensi penerbangan ini diakui Ade akan langsung dilakukan ketika ada potensi. Sebab itu pihaknya mendorong perlunya kampanye intens mengenai destinasi wisata di NTB.
”Kita niat sekali, memang setelah Bali itu Lombok potensinya di situ,” katanya.
Perihal harga tiket penerbangan yang diklaim masih tinggi, Ade mengatakan itu bukan diatur pihaknya. Pemberlakuan tarif tiket penerbangan Garuda Indonesia mengacu pada ketentuan yang diberlakukan Kementerian Perhubungan RI. ”Itu patokan kita,” ucapnya.
Kementerian Perhubungan RI sudah mengatur batas atas dan batas bawah tarif penerbangan. Hal itu dibuat dengan pertimbangan beberapa hal. DI antaranya, harga BBM, harga komponen, dan biaya-biaya lainnya.
”Jadi kita tidak menerapkan harga tiket kita. Makanya Kalau ada promo seperti ini gunakan waktunya begitu,” jelasnya.
Untuk diketahui, BIZAM tercatat tercatat telah melayani sebanyak 2.345.761 pergerakan penumpang sepanjang 2023. Angka ini mengalami pertumbuhan 18,5 persen dibandingkan pergerakan 2022 lalu dengan 1.979.767 penumpang.
Sedangkan2023, pergerakan pesawat berjumlah 24.600. Jumlah ini mengalami pertumbuhan 17,1 persen dibandingkan dengan 2022 lalu dengan 21.015 pergerakan.
Pergerakan penumpang tahun 2023 di Bandara Lombok masih didominasi rute domestik sebesar 91 persen atau 2,1 juta pergerakan penumpang. Sedangkan rute internasional hanya ada pergerakan 200 ribu penumpang. (fer/r9)
Editor : Kimda Farida